Dampak Penggunaan Pestisida Kimia yang Berlebihan

Penggunaan Pestisida Kimia yang Berlebihan

Balaibahasajateng.web.id, Dampak Penggunaan Pestisida Kimia yang Berlebihan – Dewasa ini penggunaan pestisida kimia seolah menjadi cara pertama yang dilakukan untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang menyerang.

Pestisida banyak digunakan karena mempunyai kelebihan dapat diaplikasikan dengan mudah dan hasilnya dapat dirasakan dalam waktu yang relatif singkat serta dapat diaplikasikan dalam areal yang luas.

Namun dalam penggunaannya, petani seringkali masih menyalahi aturan yaitu seperti halnya dalam penggunaan dosis yang masih melebihi takaran dan bahkan mencampur beberapa jenis pestisida dengan alasan untuk meningkatkan daya racun pada hama dan penyakit tanaman. Sehingga, dosis yang digunakan pun seolah tidak diperdulikan lagi yang penting OPT bisa dikendalikan.

Dari cara penggunaan di atas mungkin saja bisa mengendalikan hama secara instan namun apakah mereka sadar bahwa dengan penggunaan pestisida kimia tersebut akan ada dampak negatif terhadap ekosistem dan bahkan bagi manusia itu sendiri.

Baca juga: Lapisan Atmosfer Bumi

Berikut adalah beberapa contoh dampak negatif dari penggunaan pestisida yang berlebihan yang perlu untuk diketahui.

Dampak Negatif Penggunaan Pestisida Berlebihan

  1. Menurunkan Kesuburan Tanah dan Mencemari Air
  2. Pestisida Kimia Menyebabkan Resistensi OPT
  3. Pertumbuhan Tanaman tidak Normal
  4. Pestisida Meninggalkan Residu pada Tanaman

Ada hal yang perlu diingat bahwa bahan kimia hampir tidak akan terurai dalam tanah ataupun air. Bahan kimia yang terserap tanaman dan sisa tanaman yang diuraikan oleh mikroba tanah pun masih akan meninggalkan sisa zat kimia dalam tanah. Lama-kelamaan zat kimia tersebut akan mengurangi kesuburan tanah karena membunuh mikroorganisme bermanfaat serta menghalangi penguraian unsur hara dalam tanah.

Pestisida Kimia Menyebabkan Resistensi OPT

Resistensi adalah sifat kebal terhadap bahan tertentu yang diperoleh OPT dari kemampuan adaptasi dan evolusi untuk mempertahankan hidup dari paparan zat kimia. Resistensi hanya terjadi pada penggunaan pestisida kimia saja dan tidak terjadi pada penggunaan pestisida organik. Itulah sebabnya mengapa kini petani semakin sulit untuk mengatasi OPT. Padahal, mereka sudah menggunakan pestisida kimia yang sama dengan yang dianjurkan petani lain.

Pertumbuhan Tanaman tidak Normal

Penggunaan pestisida berlebihan tidak hanya menyebabkan tanaman rusak tetapi membuat pertumbuhan tanaman menjadi tidak normal. Kondisi seperti kerdil, bercak pada daun, buah banyak yang rusak dan juga adanya perubahan warna pada daun tidak hanya disebabkan oleh kurangnya nutrisi pada tanaman tersebut tetapi bisa juga disebabkan karena penggunaan pestisida yang berlebihan.

Pestisida Meninggalkan Residu pada Tanaman

Pestisida jenis insektisida dan fungisida sistemik biasanya mengandung bahan kimia sistemik yang mudah terserap tanaman dan disalurkan ke seluruh bagian tanaman untuk melindungi setiap bagian tanaman dari gigitan serangga perusak. Sayangnya, sisa pestisida kimia ini masih akan tertinggal dalam jangka waktu yang lama di dalam tanaman hingga masa panen tiba.

Sebagai tambahan informasi, bahwa pestisida golongan organochlorines termasuk pestisida yang resisten pada lingkungan dan meninggalkan residu yang terlalu lama dan dapat terakumulasi dalam jaringan melalui rantai makanan, contohnya DDT, Cyclodienes, Hexachlorocyclohexane (HCH), endrin.

Baca juga: Jenis Tumbuhan Paku Beserta Ciri-ciri

Nah, dari penjelasan di atas, diharapkan kepada para pengguna pestisida kimia sudah mengetahui dampak negatif apa saja yang ditimbulkan dari penggunaan pestisida kimia. Mulai sekarang mari kita mencoba untuk bijak dalam menggunakan pestisida kimia dan memulai mencoba untuk menggunakan pestisida nabati yang lebih ramah lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *