Sebutkan Lima Cabang Iman dari Ranah Tashdiqun Bil Qalbi

Sebutkan Lima Cabang Iman dari Ranah Tashdiqun Bil Qalbi
Berikan Bintang

Iman merupakan salah satu rukun Islam yang paling penting. Iman adalah keyakinan yang teguh dalam hati tentang adanya Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan takdir yang baik dan buruk.

Iman dapat dibagi menjadi tiga ranah, yaitu tashdiqun bil qalbi (keyakinan dalam hati), iqrarun bil lisan (pengucapan dengan lisan), dan amalun bil arkan (amalan dengan anggota badan).

Dalam artikel ini, kita akan membahas lima cabang iman dari ranah tashdiqun bil qalbi.

1. Al-Imanu Billah (Iman kepada Allah)

Iman kepada Allah adalah akar dari seluruh pohon iman. Ini adalah fondasi yang kuat dan kokoh, sebagaimana sebuah bangunan yang tegak karena pondasi yang mantap. Mengakui keberadaan dan keesaan Allah bukan hanya sebagai kewajiban, melainkan sebagai perjalanan panjang mengenal Sang Pencipta, mencintai-Nya, dan merasa dekat dengan-Nya.

Keyakinan akan adanya Allah SWT dapat diwujudkan dalam bentuk:

  • Meyakini bahwa Allah SWT adalah pencipta dan penguasa alam semesta.
  • Meyakini bahwa Allah SWT adalah satu, tidak ada sekutu bagi-Nya.
  • Meyakini bahwa Allah SWT adalah Maha Mengetahui, Maha Kuasa, Maha Penyayang, dan Maha Pengampun.

2. Al-Imanu Billahi Malā’ikatihi (Iman kepada Malaikat-Malaikat-Nya)

Malaikat adalah pembawa pesan-pesan Ilahi, pelayan setia Allah yang tersembunyi di balik kisah kehidupan kita. Iman kepada malaikat bukan sekadar penerimaan terhadap eksistensi mereka, melainkan pengakuan atas peran mereka dalam menjaga dan mencatat setiap langkah kita di dunia ini.

Keyakinan akan malaikat-malaikat Allah SWT dapat diwujudkan dalam bentuk:

  • Meyakini bahwa malaikat-malaikat itu ada.
  • Meyakini bahwa malaikat-malaikat itu diciptakan dari cahaya.
  • Meyakini bahwa malaikat-malaikat itu memiliki tugas-tugas tertentu.

3. Al-Imanu Billahi Kutubihi (Iman kepada Kitab-kitab-Nya)

Kitab-kitab Allah adalah petunjuk hidup yang membimbing kita melalui kegelapan dan kebingungan. Dari Taurat, Injil, Zabur, hingga Al-Qur’an, setiap kitab memiliki hikmah dan petunjuk khusus. Iman kepada kitab-kitab-Nya adalah mengakui bahwa setiap huruf dan kata memiliki kearifan-Nya sendiri.

Baca juga: Adab dan Doa Menjenguk Orang Sakit

Keyakinan akan kitab-kitab Allah SWT dapat diwujudkan dalam bentuk:

  • Meyakini bahwa kitab-kitab Allah SWT itu ada.
  • Meyakini bahwa kitab-kitab Allah SWT itu berasal dari Allah SWT.
  • Meyakini bahwa kitab-kitab Allah SWT berisi petunjuk dan pedoman hidup bagi umat manusia.

4. Al-Imanu Billahi Rusulihi (Iman kepada Rasul-Rasul-Nya)

Rasul-rasul Allah adalah utusan-utusan yang membawa wahyu dan petunjuk kepada umat manusia. Iman kepada rasul-rasul-Nya adalah penghormatan dan pengakuan terhadap perjuangan mereka dalam menyampaikan pesan ilahi, sekaligus komitmen untuk mengikuti jejak kebajikan yang telah mereka tinggalkan.

Keyakinan akan para rasul Allah SWT dapat diwujudkan dalam bentuk:

  • Meyakini bahwa para rasul itu ada.
  • Meyakini bahwa para rasul itu diutus oleh Allah SWT.
  • Meyakini bahwa para rasul itu mengajak umat manusia kepada jalan yang benar.

5. Al-Imanu Bil-Yawmil Akhiri (Iman kepada Hari Kiamat)

Hari Kiamat adalah ketetapan akhir yang membalas setiap tindakan dan niat di dunia ini. Iman kepada hari kiamat adalah sebuah kesiapan, sebuah akhir perjalanan yang dihadapi dengan keyakinan dan persiapan seiring dengan setiap langkah hidup.

Keyakinan akan hari akhir dapat diwujudkan dalam bentuk:

  • Meyakini bahwa hari akhir itu akan terjadi.
  • Meyakini bahwa semua makhluk akan dibangkitkan kembali dari kubur.
  • Meyakini bahwa semua makhluk akan mempertanggungjawabkan amal perbuatannya di dunia.

Baca juga: Amalan Doa Nabi Sulaiman a.s yang Mustajab

Semoga artikel ini dapat membantu Anda memahami lebih dalam tentang lima cabang iman dari ranah tashdiqun bil qalbi. Ingatlah bahwa iman bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi juga tentang bagaimana kita menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kita semua selalu diberi petunjuk dan kekuatan oleh Allah untuk terus beriman dan bertakwa. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *