Pengertian Tanah Gambut beserta Jenisnya

apa itu tanah gambut

Balaibahasajateng.web.id, Pengertian Tanah Gambut beserta Jenisnya – Tanah gambut adalah jenis tanah yang terbentuk dari proses dekomposisi vegetasi pepohonan yang tidak sempurna karena kondisi tanahnya anaerob atau digenangi air.

Nah pada kesempatan ini kami menyampaikan beberapa hal tentang tanah gambut yang perlu dikatahui. Mulai dari pengertian, defini dan jenisnya. Yuk langsung saja berikut penjelasnnya.

Pengertian Tanah Gambut

Tanah gambut adalah suatu jenis tanah yang terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan yang belum terurai sempurna. Tanah gambut sangat khas dan memiliki karakteristik unik, terutama karena kadar bahan organik yang tinggi serta tingkat keasaman yang tinggi. Tidak hanya itu, tanah gambut juga memiliki sifat hidrofobik yang membuatnya sangat sulit menyerap air.

Proses terbentuknya tanah gambut sangatlah panjang dan terjadi secara alami selama ribuan tahun. Proses ini dimulai dari pembusukan sisa-sisa tumbuhan yang jatuh ke permukaan tanah. Kemudian, sisa-sisa tumbuhan ini terkubur oleh endapan air dan lumpur, lalu mengalami penguraian yang tidak sempurna karena terkubur dalam tanah yang tidak memiliki akses udara yang cukup.

Lapisan-lapisan tanah gambut membutuhkan jangka waktu panjang pada pembentukanya. Tanah gambut yang kita jumpai sekarang diperkirakan terbentuk sekitar 10.000 hingga 5.000 tahun yang lalu.

Perkiraan itu dapat diketahui dari laju pembentukan tanah gambut yang berkisar 0 sampai 3 mm per tahun. Semakin dalam tanah gambut semakin tua umurnya.

Di Indonesia, terdapat berbagai jenis tanah gambut yang tersebar di berbagai wilayah, seperti Gambut Rawa Lebak, Gambut Rawa Pesisir, dan Gambut Hutan Tropis. Namun, sayangnya, tanah gambut masih sering menjadi sasaran penebangan hutan dan penggundulan lahan oleh manusia untuk dijadikan lahan perkebunan. Akibatnya, lingkungan alami di sekitarnya sering mengalami kerusakan dan bencana alam, seperti kebakaran hutan dan banjir.

Baca juga: Pengertian dan Definisi Hutan Hujan Tropis

Kunikan Tanah Gambut

Keunikan dari tanah gambut adalah memiliki kemampuan menyimpan air yang baik. Bahkan dapat menyimpan air hingga 13 kali dari bobotnya.

Karenanya peran tanah gambut sangat penting dalam bidang hidrologi, seperti pengendalian banjir saat musim penghujan dan cadangan air saat musim kemarau. Begitupun jika kerusakan terjadi pada lahan gambut, maka dapat menyebabkan bencana bagi daerah sekitarnya.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, tanah gambut terbentuk dari proses dekomposisi vegetasi yang tidak sempurna seperti sisa-sisa pohon, rerumputan, dan lumut.

Namun dekomposisi binatang yang telah mati baik yang sudah lapuk maupun belum juga dapat menjadi penyebab tebentuknya tanah gambut asalkan di lingkungan yang basah. Hal ini karena kondisi anaerob pada tanah gambut membuat jumlah organisme pengurai sedikit.

Adapun tanah gambut Topogen adalah tanah gambut yang terbentuk dari proses danau dangkal yang ditumbuhi tanaman air. Tumbuhan air yang mati, melapuk, kemudian membentuk lapisan di dasar danau.

Lama kelamaan menjadi lahan gambut. Tanah gambut Topogen ini masih bisa ditumbuhi tanaman lagi, sehingga memungkinkan terbentuknya lapisan lagi.

Adapun tanah gambut yang tumbuh di atas tanah gambut topogen disebut tanah gambut Ombrogen. Tanah gambut Ombrogen lebih rendah kesuburannya dibanding gambut Topogen.

Kerusakan pada lahan gambut seringkali terjadi akibat aktivitas manusia, misalnya menjadikan hutan gambut sebagai lahan pertanian, perkebunan, kehutanan bahkan industri.

Lahan gambut di negara-negara Asia Tenggara, seperti Indonesia, mengalami laju kerusakan paling tinggi karena konversi lahan untuk perkebunan kelapa sawit dan pulp terus meningkat.

Proses pengubahan lahan gambut biasa diawali dengan proses pembabatan hutan dan selanjutnya adalah pengeringan lahan yang bertujuan untuk mengeluarkan air yang terkandung dalamnya.

Pengeringan dapat dilakukan dengan cara membuat parit atau saluran drainase agar air mengalir keluar. Sekali air dikeluarkan dari lahan gambut, maka lahan gambut akan kehilangan kemampuannya untuk menyimpan air.

Hal ini karena lahan gambut bersifat irreversible atau tidak dapat dikembalikan. Dampaknya pun bermacam-macam, di musim kemarau akan rawan kebakaran, di musim hujan akan rawan banjir.

Bahaya dari rusaknya lahan gambut tidak hanya berdampak secara lokal dan regional saja, melainkan juga berkontibusi pada bencana global seperti perubahan iklim.

Emisi karbon saat pembakaran hutan gambut bisa terlepas saat konversi lahan gambut sebagai lahan pertanian atau perkebunan, dan ini berbahya untuk lapisan atmosfir kita.

Baca juga: Jenis Tanah Liat : Ciri-ciri, Bentuk, karakteristik dan gambar

Jenis Jenis Tanah Gambut

Kondisi Tanah Gambut

Tanah gambut adalah salah satu jenis tanah yang sangat unik dan menarik untuk dipelajari. Tanah ini terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tumbuhan yang belum terurai sempurna dan memiliki karakteristik yang berbeda dengan tanah mineral. Karakteristik tanah gambut antara lain tingkat keasaman yang tinggi, kadar bahan organik yang tinggi, serta sifat hidrofobik yang menyebabkan air tidak mudah meresap ke dalam tanah.

Di Indonesia, terdapat berbagai jenis tanah gambut yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Dalam sebuah jurnal berjudul “Klasifikasi dan Karakteristik Tanah Gambut di Indonesia” yang ditulis oleh Suryadiputra Liawatimena dkk. pada tahun 2019, dijelaskan bahwa tanah gambut di Indonesia dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis utama.

Jenis pertama adalah gambut tropik, yang terdapat di wilayah tropis seperti di Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Tanah gambut ini memiliki kadar bahan organik yang tinggi dan seringkali terbentuk di kawasan rawa-rawa.

Jenis kedua adalah gambut subtropik, yang terdapat di wilayah subtropis seperti di Sulawesi dan Jawa. Karakteristik tanah gambut ini hampir sama dengan gambut tropik, namun dengan kadar bahan organik yang lebih rendah.

Jenis ketiga adalah gambut di pantai, yang terdapat di wilayah pesisir seperti di Sumatra dan Kalimantan. Tanah gambut ini seringkali terbentuk di daerah rawa-rawa pantai dan memiliki kadar garam yang tinggi.

Terakhir, jenis keempat adalah gambut pegunungan, yang terdapat di wilayah pegunungan seperti di Papua dan Sulawesi. Tanah gambut ini memiliki karakteristik yang hampir sama dengan gambut tropik, namun terbentuk di wilayah pegunungan.

Mengetahui jenis-jenis tanah gambut yang ada di Indonesia sangat penting dalam pengelolaan lahan gambut yang lebih baik. Dalam pengelolaannya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti pengendalian kebakaran, pengairan, serta pemilihan jenis tanaman yang tepat. Sebagai contoh, tanaman sawit dan akasia biasanya cocok untuk ditanam di lahan gambut, karena dapat menghasilkan produktivitas yang baik dan mampu membantu mempertahankan kesuburan tanah.

baca juga: Pengertian Polusi Tanah dan Dampaknya Bagi Lingkungan

Penutup

Pengelolaan lahan gambut di Indonesia sangat penting untuk dilakukan dengan cara yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Dengan memahami karakteristik dan jenis-jenis tanah gambut yang ada, diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas dan menjaga kelestarian lingkungan di masa depan.

Nah itulah definisi tanah gambut yang perlu diketahui. Mari jaga lingkungan dengan selalu memanfaatkan dengan baik alam sekitar. Sobat bisa mencari refernsi lain untuk melengkapi isi dari artikel ini. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *