Sholat Dhuha: Niat, Doa. tata Cara, Keistimewaan dan Waktu

Sholat Dhuha Niat, Doa. tata Cara, Keistimewaan dan Waktu

Balaibahasajateng, Sholat Dhuha: Niat, Doa. tata Cara, Keistimewaan dan Waktu – Dalam agama Islam, sholat adalah salah satu bentuk ibadah yang memiliki peran penting dalam menjaga hubungan antara hamba dan Sang Pencipta. Salah satu ibadah sunnah yang sering diabaikan namun memiliki banyak keutamaan adalah sholat Dhuha. Dhuha berasal dari kata “dhuhaa” yang berarti waktu matahari naik atau waktu pagi hari yang cerah.

Sholat Dhuha adalah ibadah sunnah yang dilakukan setelah terbitnya matahari sampai sebelum waktu dzuhur tiba. Ibadah ini terdiri dari minimal dua rakaat hingga maksimal delapan rakaat, dengan melakukan dua rakaat demi dua rakaat secara berurutan.

Sholat Dhuha memiliki berbagai keutamaan dan keberkahan yang dapat menghiasi kehidupan sehari-hari. Dalam melaksanakan sholat ini, kita diberikan kesempatan untuk memohon rahmat, ampunan, dan keberkahan dari Allah SWT. Sholat Dhuha juga dapat memberikan ketenangan pikiran, kekuatan spiritual, dan membantu menjaga kesehatan fisik dan mental.

Baca ini : Sholat Tahajud: Tata Cara, Niat, Doa Keutamaan dan Manfaat

Dalam artikel ini, kami akan membahas secara mendalam tentang tata cara, keutamaan, dan manfaat sholat Dhuha. Melalui pemahaman yang mendalam tentang ibadah ini, diharapkan pembaca dapat merasakan keberkahan dan menjadikan sholat Dhuha sebagai bagian yang tak terpisahkan dari rutinitas kehidupan sehari-hari.

Mari kita simak bersama-sama keajaiban dan manfaat yang terkandung dalam sholat Dhuha.

Table of Contents

  1. Keistimewaan Sholat Dhuha
    1. Sholat Dhuha adalah wasiat Rasulullah sallallahu ‘alalihi wa sallam
    2. Sholat Awwabin
    3. Dua Rakaat Dhuha sebagai Sedekah
    4. Empat Rakaat Sholat Dhuha Membawa Kecukupan
    5. Ghanimah Terbanyak
    6. Berpahala Umroh
    7. Dibangunkan Sebuah Rumah di Surga
    8. Sholat Dhuha di Awal Pagi, Ganjaran Langsung di Sore Hari
    9. Ampunan Dosa
  2. Niat Sholat Dhuha
  3. Tata Cara Sholat Dhuha
  4. Doa Sholat Dhuha

Keistimewaan Sholat Dhuha

Sholat dhuha merupakan salah satu sholat Sunnah yang memiliki keistimewaan. Dalam beberapa hadis sahih disebutkan beberapa keutamaan dari sholat dhuha ini:

Sholat Dhuha adalah wasiat Rasulullah sallallahu ‘alalihi wa sallam

“Sholat Dhuha adalah wasiat khusus dari Nabi ` kepada Abu Hurairah dan kepada seluruh umat beliau secara umum.” (Imam Thabari)

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa ia berkata, ‘Kekasihku (Rasulullah) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti. Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, sholat Dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan sholat witir.” (HR. Bukhari)

Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa Rasulullah mewasiatkan umatnya untuk menjalankan sholat dhuha secara rutin.

Sholat Awwabin

Sholat dhuha adalah sholat awwabin, yaitu sholatnya orang-orang yang taat. Dengan menjalankan sholat dhuha menjadikan seseorang dicatat sebagai orang yang taat.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Kekasihku (Muhammad) mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang aku tidak meninggalkannya: agar aku tidak tidur kecuali setelah melakukan shalat witir, agar aku tidak meninggalkan dua rakaat sholat Dhuha karena ia adalah sholat awwabin serta agar aku berpuasa tiga hari setiap bulan” (HR. Ibnu Khuzaimah)

Dua Rakaat Dhuha sebagai Sedekah

“Diriwayatkan dari Buraidah r.a bahwa ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Pada diri manusia terdapat tiga ratus enam puluh tiga ruas. Ia memiliki kewajiban bersedekah atas setiap ruas tersebut.’ Para sahabat bertanya, ‘Siapakah yang mampu melakukan hal itu, wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda, ‘Ludah di dalam masjid yang ia timbun (dibersihkan) atau sesuatu (penghalang) yang ia singkirkan dari jalanan (bisa mewakili kewajiban sedekah). Jika engkau belum mampu, dua rakaat sholat Dhuha sudah memadai untuk mewakili kewajibanmu bersedekah’.”

Dari Abu Dzar al-Ghifari RA, ia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan sholat dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim)

Empat Rakaat Sholat Dhuha Membawa Kecukupan

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

“Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)

Ghanimah Terbanyak

“Barangsiapa berwudhu kemudian pergi pada waktu pagi ke masjid untuk melaksanakan shllat dhuha, maka hal itu adalah peperangan yang paling dekat, ghanimah yang paling banyak, dan kembalinya lebih cepat” (HR. Tirmidzi dan Ahmad).

Berpahala Umroh

Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan sholat wajib maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan sholat Dhuha maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan umrah. (Shahih al-Targhib : 673)

Dibangunkan Sebuah Rumah di Surga

Hadist Nabi Muhammad SAW :

“Barang siapa yang sholat dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami’ : 634)

Sholat Dhuha di Awal Pagi, Ganjaran Langsung di Sore Hari

Dari Abu Darda’ ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW berkata: Allah ta`ala berkata:

“Wahai anak Adam, sholatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya” (Shahih al-Jami: 4339).

Diriwayatkan dari Nu‘aim bin Hammar a bahwa ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah bersabda,

‘Allah berfirman, ‘Wahai anak Adam, janganlah kamu merasa lemah (kehilangan kesempatan) untuk beribadah kepada-Ku dengan cara mengerjakan sholat empat rakaat di awal waktu siangmu, niscaya akan Aku cukupkan untukmu di akhir harimu.” (HR. Abu Dawud)

Ampunan Dosa

“Siapa pun yang melaksanakan sholat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan,” (HR Tirmidzi).

Niat Sholat Dhuha

Berikut merupakan niat sholat dhuha dalam Bahasa latin:

“Usholli sunnatadh dhuha rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’aalaa”

Artinya:

“Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala”

Tata Cara Sholat Dhuha

Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak delapan rakaat. Pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam (HR. Abu Dawud; shahih)

Tata cara sholat dhuha

  • Niat
  • Takbiratul ikram,
  • Membaca doa iftitah
  • Membaca surat Al Fatihah
  • Membaca salah satu surat yang terdapat dalam Al-Qur’an
  • Ruku’, I’tidal dan Sujud dengan tuma’ninah
  • Lakukan seperti sholat Sunnah biasanya
  • Salam

Doa Sholat Dhuha

Berikut adalah Doa Sholat Dhuha dalam Bahasa latin

ALLAHUMMA INNADHDHUHA-A DHUHA-UKA, WALBAHAA-ABAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWAATUKA, WAL QUDROTA QUDROTUKA, WAL ‘ISHMATA ISHMATUKA.

ALLAHUMA INKAANA RIZQII FISSAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’SIRON FAYASSIRHU, WAINKAANA HAROOMAN FA THOHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QORIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDROTIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHOOLIHIiN.

Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih”.

Baca juga: Sholat Hajat: Tata Cara, Niat, Waktu, Doa dan Manfaat

Demikian pembahasan mengenai shalat dhuha. Lakukanlah ibadah shalot ini secara rutin agar kamu menjadi salah satu dari orang-orang awwabin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *