Berita  

Manfaat Sambiloto beserta Cara untuk pengobatannya

khasiat daun sambiloto

Balaibahasajateng, Manfaat Daun Sambiloto beserta Cara untuk pengobatannya – Nama latin sambiloto adalah Andrographis paniculata. Sambiloto merupakan sejenis tumbuhan yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional di beberapa negara Asia, termasuk Indonesia. Tumbuhan ini memiliki daun hijau yang sempit dengan bunga berwarna putih dan ungu yang tumbuh di bagian ujung batangnya.

Sambiloto telah dipelajari oleh para ilmuwan karena memiliki kandungan senyawa yang dianggap memiliki khasiat untuk pengobatan beberapa jenis penyakit, seperti demam, flu, batuk, radang tenggorokan, dan sebagainya. Senyawa tersebut antara lain adalah andrografolid, dehidroandrografolid, neoandrografolid, danropanosida, dan flavonoid.

Penelitian-penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa sambiloto memiliki potensi untuk mengobati beberapa jenis penyakit, namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan efek sampingnya.

Sebelum menggunakan sambiloto untuk pengobatan, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli pengobatan.

Pada artikel yang satu ini kami akan membahas tentang kandungan dan manfaat tanaman sambiloto. Monggo disimak yaa..

Table of Contents

  1. Kandungan Kimia Sambiloto
  2. Khasiat Sambiloto
  3. Cara Pengobatan menggunakan Sambiloto
  4. Penutup

Kandungan Kimia Sambiloto

Pada tanaman Sambiloto, daun dan percabangannya memiki zat laktone yang terdiri atas 14-deoksi-11-12-didehidroandrografolid, andrografolid, deoksiandrografolid, neoandrografolid, dan homoandrografolid. Juga terkandung zat alkane, keton, aldehid, flavonoid, asam kersik, mineral (kalium, kalsium, natrium), dan damar.

Kandungan Flavotioid diisolasi terbanyak dari akar, yaitu polimetoksiflavon, panikulin, andrografin, mono-0-metilwithin, dan apigenin-7,4- dimetileter. Zat aktif andrografolid terbukti berkhasiat sebagai pelindung sel hati dari zat toksik.

Baca Juga: Contoh Tumbuhan Gymnospermae dan Ciri-ciri

Khasiat Sambiloto

Sambiloto teruji mampu mengobati banyak penyakit semisal :

  1. Hepatitis
  2. Infeksi saluran empedu
  3. Disentri basiler
  4. Tifoid
  5. Diare
  6. Influenza
  7. Radang amandel
  8. Abses paru
  9. Radang paru (pneumonia)
  10. Radang saluran napas (bronkhitis)
  11. Radang ginjal yang akut
  12. Radang telinga bagian tengah (OMA)
  13. Radang pada usus buntu
  14. Sakit gigi
  15. Demam
  16. Malaria
  17. Kencing nanah (gonore)
  18. Kencing manis (DM)
  19. TB paru
  20. Skrofuloderma
  21. Batuk dan sesak napas (asma)
  22. Penyakit darah tinggi
  23. Penyakit Kusta
  24. Leptospirosis
  25. Keracunan jamur
  26. Singkong
  27. Tempe bongkrek
  28. Makanan laut
  29. Kanker (mola hidatidosa)
  30. Dan penyakit trofoblas ganas (tumor trofoblas) juga penyakit tumor paru.

Cara Pemakaian Sambiloto dalam pengobatan herbal dan metode penyembuhan tradisional akan kami jelaskan di bagian selanjutnya. Silahkan disimak yaa..

Baca Juga : Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Mangga

Cara Pengobatan menggunakan Sambiloto

Berikut merupakan beberapa metoda pemakaian tanaman Sambiloto untuk pengobatan :

  1. Penyakit Tifoid

Daun tanaman sambiloto segar yang sejumlah 10 – 15 lembar direbus dengan menggunakan 2  gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah air tersebut dingin dan disaring, tambahkan lah madu sesuai kebutuhan lalu diminum sekaligus. Lakukan konsumsi ramuan 3 kali sehari.

  1. Penyakit disentri basiler, radang saluran napas, diare, radang paru

Herba kering seberat 9 – 15 gram direbus 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin dapat dilakukan penyaringan untuk hasil terbaik. Air rebusannya bisa diminum sehari sebanyak 2 kali, dengan dosis 1/2 gelas.

  1. Penyakit Disentri

Herba Portulaca oleracea segar 500 gram diuapkan 3 – 4 menit, lalu ditumbuk dan diperas. Air perasan yang terkumpul ditambahkan bubuk kering sambiloto sepuluh gram sambil diaduk aduk. Campuran tersebut lalu diminum, sehari tigakali masing-masing sepertiga bagian.

  1. Penyakit Influenza, sakit kepala, demam

Bubuk kering sambiloto seberat 1 gram diseduh dengan secangkir air panas. Setelah air nya dingin, diminum sekaligus. Lakukan hal ini 3 hingga 4 kali sehari.

  1. Penyakit Demam

Daun sambiloto segar segenggam ditumbuk. Tambahkan 1/2 cangkir air bersih, saring kemudian minum sekaligus. Daun segar yang digiling halus tersebut juga bisa digunakan sebagai tapal untuk badan yang panas.

  1. Penyakit TB paru

Daun sambiloto kering digiling halus hingga menjadi bubuk. Tambahkan madu sambil diaduk rata lalu dibuat pil yang diameternya 0,5 cm. Pil ini dapat diminum dengan air matang setiap hari sebanyak 2 – 3 kali, setiap kali minum nya dosisnya 15 – 30 pil.

  1. Penyakit Batuk rejan, penyakit darah tinggi

Daun sambiloto segar sebanyak 5 – 7 helai diseduh dengan 1/2 cangkir air panas. Tambahkanlah madu sambil diaduk. Setelah ramuan dingin minum sampai habis. Lakukan pengulangan sehari 3 kali.

  1. Penyakit radang mulut, radang paru, tonsilitis

Bubuk kering herbal ini sebanyak 3 – 4,5 gram kita seduh dengan menggunakan air panas. Setelah ramuan dingin tambahkan madu secukupnya lalu diminum sekaligus.

  1. Penyakit Faringitis

Herba sambiloto segar sejumlah 9 gram dicuci dan dibilas dengan menggunakan air matang. Bahan itu dikunyah dan air nya ditelan.

  1. Gangguan hidung berlendir (rinorea), infeksi telinga bagian tengah (OMA), sakit gigi

9 – 15 gram sambiloto segar direbus dengan tiga gelas air sampai tinggal segelas. Setelah ramuan dingin dan disaring, ramuan diminum 2 kali sehari dengan dosis 1/2 gelas. Khusus untuk OMA, herba segar ini dicuci lalu digiling halus dan kemudian diperas. Airnya bisa digunakan untuk obat tetes telinga.

  1. Penyakit kencing manis

Daun sambiloto yang masih segar sebanyak 1/2 genggam dicuci bersih lalu direbus 3 gelas air sampai tersisa sekira 2 seperempat gelas. Setelah dingin dan disaring, ramuan dapat kita minum sehabis makan, 3 kali sehari dengan dosis 3/4 gelas.

Baca Juga : Endorse: Pengertian, Harga dan Manfaat

Penutup

Kita tidak bisa menyangkal betapa pentingnya peran sambiloto dalam pengobatan tradisional. Namun, sebagai masyarakat yang cerdas, kita perlu memastikan bahwa kita selalu berkonsultasi dengan dokter atau ahli pengobatan sebelum menggunakan sambiloto untuk pengobatan. Kita juga perlu memahami bahwa sambiloto bukan pengganti obat-obatan yang diresepkan oleh dokter.

Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para peneliti dan ahli pengobatan yang telah bekerja keras untuk mempelajari manfaat sambiloto untuk kesehatan. Semoga penelitian lebih lanjut dapat membantu kita memahami sambiloto secara lebih mendalam, sehingga kita dapat menggunakan tumbuhan ini dengan lebih aman dan efektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *