Uang: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Syarat, Jenis dan gambar

gambar uang

Balaibahasajateng.web.id, Uang: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Syarat, Jenis, ciri ciri dan gambar – Uang sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia di seluruh dunia. Bahkan, uang dianggap sangat berkuasa dan bisa mempengaruhi jalan hidup seseorang. Agar lebih bijak dalam menyikapi uang, ada baiknya kamu simak penjelasan pengertian uang dalam artikel ini.

Selama ini kita mengerti bahwa bentuk uang ada dua, yakni uang tunai yang memiliki dua jenis, yakni kertas dan uang logam. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, banyak orang mulai menggunakan uang elektronik karena lebih praktis dan higienis.

Di Indonesia, peredaran uang juga diatur ketat oleh negara, sementara pengendalian dan pengawasan uang yang beredar diatur oleh Bank Indonesia. Peredaran uang harus diatur agar tidak terjadi inflasi, yang artinya adalah penurunan nilai mata uang.

Table of Contents

  1. Pengertian Uang Secara Umum
  2. Pengertian Uang Menurut Para Ahli
    1. 1. R.S Sayers
    2. 2. H. Robertson
    3. 3. George N. Halm
    4. 4. Rimsky K. Judisseno
    5. 5. Mankiw
    6. 6. Tri Kunawangsih & Anto Pracoyo
    7. 7. A.C. Pigou
    8. 8. Rollin G. Thomas
    9. 9. Albert Gailor Hart
    10. 10. Walker
  3. Fungsi Uang
    1. Fungsi Asli Uang
    2. Fungsi Turunan Uang
  4. Syarat Uang
    1. 1. Harus Dapat Diterima Secara Umum
    2. 2. Tahan Lama (Durability)
    3. 3. Memiliki Kualitas Yang Cenderung Sama
    4. 4. Jumlahnya Dapat Memenuhi Kebutuhan Masyarakat
    5. 5. Tidak Dapat Dipalsukan
    6. 6. Mudah Dipindahkan Dan Dibawa Kemana-mana
    7. 7. Nilainya Cenderung Stabil
  5. Ciri-Ciri Uang
  6. Jenis-jenis Uang
    1. 1. Uang Kartal
    2. 2. Uang Giral
    3. 3. Uang Kuasi
  7. Penutup

Pengertian Uang Secara Umum

Uang, yang dalam bahasa inggris disebut money, secara umum adalah alat tukar dan pembayaran yang dapat diterima secara luas dalam suatu masyarakat, untuk tujuan memenuhi berbagai kebutuhan, yang dapat berupa barang, baik fisik maupun digital, dan jasa.

Sementara itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi uang adalah alat tukar atau standar pengukur nilai (kesatuan hitungan) yang sah, dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara berupa kertas, emas, perak, atau logam lain yang dicetak dengan bentuk dan gambar tertentu.

Sebagai kata benda, KBBI juga memaknai uang dalam arti luas sebagai harta atau kekayaan. Ini karena sifat uang yang bisa ditukar dengan berbagai hal lain. Karena itu, uang juga dapat menjamin ketercukupan kebutuhan orang yang memilikinya.

Pelajari Juga: Pengertian Etnosentrisme: Mengenali dan Melawan Prasangka Budaya

Pengertian Uang Menurut Para Ahli

Setelah memahami pengertian uang secara umum, kita akan membahas pengertiannya menurut para ahli, terutama para ahli ekonomi kelas dunia. Meskipun intinya hampir sama, namun masing-masing ahli memiliki pandangan sendiri tentang uang.

1. R.S Sayers

Penulis buku Modern Banking ini dalam bukunya mendefinisikan uang sebagai sesuatu yang umum diterima sebagai bentuk pembayaran utang. Pendapat ini berkaitan dengan isi buku yang ditulisnya, yakni tentang perbankan.
Salah satu aktivitas utama yang menunjang profit dunia perbankan adalah hutang, sehingga pembayaran hutang menjadi fokus penting.

2. H. Robertson

Ahli ekonomi yang satu ini mengartikan uang sebagai segala sesuatu yang umum diterima sebagai pembayaran barang dan jasa dalam masyarakat.

Dengan demikian, definisi ini menjelaskan bahwa menurut Robertson, uang memiliki cakupan yang luas. Uang dapat berupa apa saja, selama hal tersebut dapat diterima banyak orang sebagai bentuk pembayaran.

3. George N. Halm

Pengertian uang menurut Halm adalah hal yang digunakan untuk mempermudah perantara tukar-menukar dalam mengatasi masalah sistem barter atau kesulitan-kesulitan dalam transaksi kredit.

Menurut sejarah, sebelum adanya uang, digunakan sistem barter. Barter dilakukan dengan menukar satu barang dengan barang lainnya sesuai kesepakatan. Namun, sistem ini memiliki banyak kekurangan, sehingga dibuatlah uang sebagai alat tukar umum.

4. Rimsky K. Judisseno

Rimsky K. Judisseno jelaskan definisi uang sebagai satu media yang mampu untuk diterima, dan digunakan, baik oleh setiap pelaku ekonomi maupun pelaku pasar uang guna memudahkan setiap transaksi.

Kuncinya di sini adalah kemudahan transaksi. Uang dapat mempermudah proses transaksi karena memiliki nilai jelas dan mudah disepakati oleh pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi tersebut.

Dengan kelebihan ini, uang juga mempercepat prosesnya karena antar pihak tidak perlu menimbang dan mengukur nilai alat tukar.

5. Mankiw

Pengertian uang dalam persepsi Mankiw adalah persediaan aset yang bisa segera digunakan untuk melakukan transaksi. Dari definisi ini, kita dapat melihat bahwa Mankiw juga melihat uang sebagai bentuk kekayaan.

Ia juga memiliki pandangan bahwa uang merupakan segala sesuatu yang dapat dipakai atau diterima untuk melakukan pembayaran baik barang, jasa maupun hutang.

Bagi Mankiw, uang juga memiliki satu tujuan fundamental dalam sistem ekonomi, memudahkan pertukaran barang dan jasa, mempersingkat waktu dan usaha yang diperlukan untuk melakukan perdagangan.

6. Tri Kunawangsih & Anto Pracoyo

Kedua ahli ekonomi ini mengungkapkan bahwa arti uang secara umum merupakan alat tukar yang dapat diterima oleh masyarakat sebagai alat pembayaran yang sah atas kesatuan hitungnya.

Mereka juga berpendapat bahwa uang dapat dipergunakan oleh para pelaku ekonomi global pada umumnya. Dengan kata lain, uang dapat diterima di seluruh dunia, terlepas dari fakta bahwa dalam dunia internasional, setiap negara memiliki mata uangnya sendiri.

7. A.C. Pigou

A.C Pigou memiliki pendapat yang lebih singkat. Bagi Pigou, pengertian uang dapat dimaknai sebagai segala sesuatu yang umum dipergunakan sebagai alat tukar. Pendapat ini membuat jenis benda yang dapat dianggap uang menjadi lebih luas.

Selama khalayak luas dapat menerimanya sebagai alat tukar, maka hal tersebut dapat dikategorikan sebagai uang.

8. Rollin G. Thomas

Penulis buku Our Modern Banking And Monetary System, Rollin G Thomas memiliki pendapat hampir senada dengan Mankiw.

Ia memaknai uang sebagai segala sesuatu yang tersedia dan umumnya diterima oleh umum sebagai alat pembayaran untuk pembelian barang dan jasa, serta untuk pelunasan utang.

9. Albert Gailor Hart

Lain halnya dengan Albert Gailor Hart. Pendapat Hart lebih mendekati definisi Sayers tentang uang, yakni berpusat pada pembayaran hutang.

Ia melihat pengertian uang sebagai suatu kekayaan yang dimiliki untuk dapat melunasi hutang dalam jumlah tertentu dan pada waktu yang tertentu pula.

10. Walker

Definisi uang dari Walker sedikit berbeda dari yang lainnya. Ia melihat bahwa uang sendiri merupakan suatu fungsi dan sifat, bukan sebagai benda.

Pengertian uang menurut Walker adalah semua hal yang dapat dilakukan oleh uang itu. Maksud dari definisi ini yakni uang adalah uang karena fungsinya sebagai uang dan bukan karena fungsi-fungsi yang lain.

Baca Juga: Himpunan : pengertian, Contoh, macam dan Cara menggabungkan

Fungsi Uang

Gambar Uang Banyak
Gambar Uang Banyak / IMG: Canva

Setelah mempelajari makna uang, kita akan lanjut membahas uang dari segi manfaat dan fungsinya. Secara sekilas, mungkin kamu telah memiliki gambaran. Namun, agar tak terlewat, kita akan bahas di sini tentang manfaat dan fungsi uang.

Fungsi Asli Uang

Pada dasarnya, ada tiga fungsi asli uang, yakni:

  • Sebagai alat tukar untuk menyederhanakan sistem barter. Uang menjadi tumpuan karena manusia tak lagi perlu melakukan sistem barter yang lebih sulit untuk mencapai kesepakatan.
  • Sebagai satuan hitung. Uang dapat memberikan gambaran jelas atau representasi nilai suatu barang, jumlah kekayaan, atau besarnya suatu pinjaman.
  • Sebagai penyimpan nilai. Maksudnya adalah, uang tidak perlu serta merta digunakan. Ia dapat disimpan dan dipakai pada masa mendatang tanpa merubah nilainya.

Fungsi Turunan Uang

Selain manfaat utama, uang juga memiliki manfaat sekunder atau turunan. Fungsi turunan dari uang diantaranya:

  • Sebagai alat pembayaran yang sah. Hal ini sejalan dengan definisi umum tentang uang.
  • Sebagai alat pembayaran hutang. Bahkan, jika hutang tersebut tidak berupa uang.
  • Sebagai alat penimbun kekayaan. Hal ini terkait dengan kemampuan uang dalam menyimpan nilai dalam periode panjang.
  • Sebagai alat pemindah kekayaan. Orang dapat meringkas harta benda atau kekayaannya menjadi uang dengan cara menjualnya, dan membawanya pindah ke tempat lain dengan lebih praktis.
  • Sebagai alat pendorong kegiatan ekonomi. Akibat keberadaan uang, orang menjadi sangat bersemangat untuk melakukan berbagai kegiatan yang mendatangkan uang. Hal ini dapat mendorong perkembangan ekonomi.

Syarat Uang

Meskipun ada beberapa ahli yang memberikan pengertian uang secara luas, namun terdapat syarat mutlak untuk menentukan apakah sebuah benda dapat disebut sebagai uang. Persyaratan tersebut wajib dipenuhi agar nilai uang tetap terjaga.

1. Harus Dapat Diterima Secara Umum

Sebuah benda dapat dikatakan termasuk sebagai salah satu jenis uang jika ia dapat diterima secara umum. Untuk itu, ia harus memiliki nilai tinggi.

Untuk mendapatkan nilai ini, benda tersebut dapat mengandung bahan yang bernilai setara dengan nilai uang yang ia wakilkan, atau dapat nilainya bisa didapat karena jaminan dari pemerintah yang berkuasa dalam regional tersebut.

2. Tahan Lama (Durability)

Material yang digunakan untuk membuat dan mencetak uang haruslah tahan lama. Maka dari itu, pembuatan uang tidak dapat dilakukan dengan bahan seperti plastik yang mudah patah dan memiliki nilai yang tidak signifikan.

3. Memiliki Kualitas Yang Cenderung Sama

Pembuatan uang sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah dan lembaga keuangan resmi suatu negara untuk menjaga kualitas dari uang tersebut.

Bahan-bahan yang digunakan biasanya tidak boleh diketahui secara umum agar tidak terjadi tindak pemalsuan. Sekaligus sebagai penanda, karena uang palsu biasanya akan memiliki kualitas berbeda dengan uang yang asli.

4. Jumlahnya Dapat Memenuhi Kebutuhan Masyarakat

Produksi uang tidak dilakukan secara sembarangan. Ada perhitungan dari lembaga keuangan, dalam hal ini adalah Bank Indonesia, untuk menentukan berapa banyak uang yang boleh dicetak dan diedarkan ke masyarakat.

Peredaran uang tidak boleh terlalu banyak atau kurang. Tidak seimbangnya peredaran jumlah uang dapat berpengaruh pada perekonomian.

5. Tidak Dapat Dipalsukan

Uang dibuat dengan teknik dan bahan khusus yang tidak mudah ditiru. Dengan demikian, membedakan uang asli dan palsu akan lebih mudah.

Sebaik apapun kualitas dan semirip apapun uang palsu, akan ada perbedaan yang dapat dideteksi. Caranya adalah dengan melihat tanda air, merasakan guratan dalam kertas, maupun tanda tersembunyi yang dapat dilihat dengan sinar UV.

6. Mudah Dipindahkan Dan Dibawa Kemana-mana

Desain uang harus dibuat simpel dan praktis sehingga mudah dibawa jika pemilik uang tersebut ingin berpindah tempat dengan membawa uangnya. Selain itu, uang juga harus mudah disimpan agar tetap aman.

Meskipun dalam jumlah banyak uang juga bisa merepotkan dalam proses pemindahan, namun akan tetap lebih mudah membawa uang dibanding bentuk kekayaan lain, contohnya rumah.

7. Nilainya Cenderung Stabil

Syarat penting uang lainnya adalah memiliki nilai yang stabil. Nilainya jarang berubah dari waktu ke waktu.

Meskipun nilainya dapat berubah akibat inflasi maupun devaluasi, namun pada dasarnya, nilai ini berubah secara pelan, dan membutuhkan banyak faktor untuk merubah nilainya.

Pelajari Juga: Senam Irama : Pengertian, Sejarah, Gerakan dan Iringan Musik

Ciri-Ciri Uang

Secara umum, mata uang rupiah dibuat dua muka. Untuk dapat mengenali dan memeriksa keaslian uang, kamu bisa simak ciri-ciri uang di bawah ini. Penjelasan ini adalah untuk mata uang rupiah yang dikeluarkan oleh pemerintah Republik Indonesia:

  • Warna uang rupiah terang dan jelas.
  • Uang rupiah memiliki benang pengaman. Untuk pecahan besar, seperti pecahan 20.000. 50.000, dan 100.000, benang pengaman tampak seperti dianyam dan dapat berubah warna jika dilihat dari sudut yang berbeda. Sedangkan untuk mata uang yang lebih kecil, benang pengaman ditanam dalam kertas.
  • Gambar perisai dengan logo Bank Indonesia yang terdapat dalam uang dapat berubah warna jika kamu melihatnya dari titik yang berbeda.
  • Terdapat gambar yang tersembunyi dengan berbagai warna berbeda di setiap pecahan mata uang.
  • Terdapat cetak timbul yang terasa kasar jika diraba pada logo garuda, nominal uang, tulisan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tulisan Bank Indonesia dan tulisan pembilang pada uang.
  • Terdapat kode untuk penyandang tuna netra di pinggir kiri dan kanan uang.
  • Terdapat tanda air berupa foto pahlawan.
  • Logo Bank Indonesia hanya akan terlihat saat diterawang pada sudut tertentu.
  • Logo Bank Indonesia juga akan terlihat utuh saat diterawang ke arah cahaya.

Jenis-jenis Uang

uang kartal adalah
uang kartal adalah / img: Canva

Di Indonesia, terdapat 2 jenis uang yang beredar dalam masyarakat dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang resmi, diakui, dan dijamin oleh negara, yakni uang kuasi, uang kartal dan uang giral. Berikut penjelasan jenis uang yang ada di Indonesia:

1. Uang Kartal

Yang termasuk uang kartal adalah uang kertas dan uang logam. Kita sangat sering melihat wujudnya dalam kehidupan sehari-hari, mendapatkannya, dan menggunakannya. Jenis uang ini dapat diterima secara luas dan paling banyak digunakan hingga sekarang.

Uang kertas juga sering disebut folding money dan fiat money. Selain itu, uang kertas juga disebut fiduciary money. Pengertian uang fiduciary muncul karena orang menerima pembayaran dengan uang ini berdasarkan kepercayaan tanpa ada nilai intrinsik secara penuh.

2. Uang Giral

Bentuk uang giral yang banyak ditemui antara lain rekening giro, rekening cek, dan rekening deposito. Jenis uang ini dapat dijadikan uang tunai dengan menggunakan cek,

Dapat dikatakan bahwa uang giral adalah hutang bank kepada masyarakat umum yang memiliki rekening khusus. Namun, hutang ini dapat dicairkan setiap saat, jika pemilik rekening menginginkan.

Bahkan, pemilik rekening dapat memberikan kuasa kepada orang lain untuk mengambil uang miliknya dengan pembuktian kuasa berupa cek asli.

3. Uang Kuasi

Yang termasuk dalam jenis uang kuasi adalah deposito dan tabungan. Kedua jenis simpanan ini juga populer digunakan oleh masyarakat sebagai bentuk simpanan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Bedanya, tabungan dapat ditarik sewaktu-waktu. Deposito menggunakan perjanjian periode tertentu dan hanya dapat ditarik pada saat jatuh tempo yang telah disepakati. Karena aturan yang lebih ketat, bunga deposito cenderung lebih tinggi bahkan dianggap investasi.

Baca Juga: Aluminium : Pengertian, Sejarah, Jenis dan kelebihan

Uang adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia sejak lama. Pemanfaatan uang sebagai alat tukar hanyalah awal, hingga pada akhirnya uang dapat menjadi pemicu dan pengendali ekonomi secara global.

Secara umum, pengertian uang adalah alat tukar yang sah, yang dapat diterima orang secara luas sebagai alat tukar dan pembayaran berbagai barang, jasa, dan pinjaman. Agar tak dipalsukan, uang memiliki standar kualitas dan ciri-ciri tertentu.

Penutup

Uang adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan kita. Dengan uang, kita dapat membeli barang dan jasa yang kita butuhkan, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan merencanakan masa depan. Namun, uang juga dapat menjadi sumber stres dan masalah jika tidak dikelola dengan baik.

Penting untuk memahami nilai uang dan bagaimana mengelolanya dengan baik. Ini termasuk membuat anggaran, menabung untuk tujuan masa depan, dan menghindari hutang yang tidak perlu. Selain itu, penting untuk memiliki pemahaman yang kuat tentang investasi dan cara menghasilkan uang yang lebih banyak.

Namun, uang bukan segalanya dalam hidup. Ada banyak hal lain yang juga sangat berharga, seperti keluarga, teman, kesehatan, dan kesenangan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan dan tidak membiarkan uang mengambil alih hidup kita.

Dalam rangka mencapai kesuksesan dan kebahagiaan, penting untuk memiliki sikap yang tepat terhadap uang. Uang dapat memberi kita banyak kemungkinan, tetapi juga dapat menyebabkan banyak masalah jika tidak dikelola dengan bijak. Oleh karena itu, mari kita belajar mengelola uang dengan baik dan menggunakan sumber daya ini dengan bijak untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dan lebih bahagia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *