Novel: Pengertian, Unsur Intrinsik, Unsur Ekstrinsik, Struktur

pengertian novel

Balaibahajateng, Novel: Pengertian, Unsur Intrinsik, Unsur Ekstrinsik, Struktur – Pernahkah anda membaca Novel? Ketika kita membaca novel dengan sungguh-sungguh seolah-olah kita dapat merasakan apa yang ada di dalam novel, dan terkadang membuat hati kita tersentuh, seakan-akan kita ikut larut dalam cerita di dalam novel.

Nah pada kesempatan ini, Ijinkan kami untuk membahas masalah novel dari mulai pengertian, unsur hingga struktur.

Table of Contents

  1. Pengertian Novel
  2. 7 Unsur Intrinsik Novel
  3. Unsur Ekstrinsik Novel
  4. Struktur Novel

Pengertian Novel

Novel merupakan karaya sastra yang berbentuk prosa dengan cerita yang sangat panjang. Unsur pembangun novel adalah unsur yang dapat memeperindah novel itu sendiri. Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai unsur pembangun novel dari dalam, alangkah lebih baik kita mengetahui pengertian novel terlebih dahulu. Perhatikan pernyataan berikut.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) novel adalah  karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku.

Baca juga: Paragraf Eksposisi Adalah

7 Unsur Intrinsik Novel

Nah, sekarang mimin akan membahas beberapa unsur yang membangun sebuah novel dari dalam yang disebut unsur-unsur intrinsik novel. Berikut ini adalah unsur intrinsik novel.

  1. Tema
    Tema yaitu masalah atau gagasan utma yang menjiawi seluruh cerita novel. Tema merupakan unsur paling penting darai karya satra apapun karena tanda adanya tema di dalam karya sastra maka karya sastra tidak dapat dinikmati keindahannya.
  2. Alur/plot
    Alur yaitu rangkaian peristiwa-peristiwa yang membentuk sebuah cerita. Alur terdiri dari beberapa tahap, yaitu sebagi berikut.
    a. Pengenalan atau eksposisi, biasanya pada tahap ini penulis akan memperkenalkan tokoh-tokoh yang ada dalam cerita novel, karakter-karakter tokoh dan lingkungan tokoh.
    b. Pertentangan atau konflik, pada tahap ini biasanya tokoh utam mengalami konflik dengan tokoh lain, diri sendiri, maupun dengan lingkungan tempat ia tinggal.
    c. Pertumbuhan atau penanjakan, pada tahap ini biasanya konflik yang dialami tokoh semakin melebar dan terjadi beberapa pertentangan antar tokoh.
    d. Klimak atau puncak ketegangan, pada tahap ini terjadi ketegangan yang memuncak atau masalah yang memuncak sehingga memunculkan kejutan-kejutan yang tidak disangka-sangka oleh pembaca.
    e. Antiklimaks, pada tahap ini ketegangan sudah cukup mereda
    f.  Ending, pada tahapan ini terjadi penyelesaian konflik yang biasanya ditunggu-tunggu oleh pembaca, ada dua penyelesaian dalam cerita novel, yaitu happy ending (berakhir bahagia), dan sad ending (berakhir sedih).
    Ada tiga jenis alur dalam cerita novel yaitu,
    a. Alur maju atau progresif merupakan alur yang menceritakan peristiwa-peristiwa secara kronologis atau berurutan. Dalam alur ini cerita diawali dengan tahap pengantar dan di akhiri tahap penyelesaian.
    b. Alur mundur atau regresif merupakan alur yang menceritakan peristiewa-peristiwa secara terbalik. Dalam alur ini cerita tidak dimulai dari tahap pengantar
    c. Alur campuran merupakan perpaduan dari alur maju dan dan alur mundur.
  3. Penokohan
    Penokohan atau perwatakan yaitu penggambaran mengenai tokoh cerita. Ada dua cara menggambarkan watak tokoh dalam cerita novel. Yaitu sebagai berikut.
    a. Analitik/langsung, yaitu pengarang langsung menggambarkan keadaan atau pelukisan bentuk fisik seorang tokoh, seperti bagaiman bentuk wajah, hidung, mata, rambut, dan sebagainya
    b. Dramatik/tidak langsung, yaitu pengarang mengungkapkan watak tokoh dengan hal-hal yang berhubungan dengan tokoh. Misalnya pelukisan jalan pkikran tokoh, cara berdandan, cara berpakaian, cara bicara, cara bergaul dan sebagainya. Tokoh dalam cerita ada tiga macam yaitu protagonis (tokoh yang baik), antagonis (tokoh yang jahat), dan tirtagonis (tokoh penengah).
  4. Latar 
    Latar atau setting, yaitu tempat dan waktu yang melatar belakangi terjadinya peristiwa dalam suatu cerita. Setting biasanya mencakup hal-hal berikut.
    a. Setting tempat berhubungan dengan ruang waktu, misalnya di Jawa, di kota Semarang tahun berapa, hari apa.
    b. Setting waktu berarti kejadian itu terjadi pada waktu tertentu misalnya, pagi, siang sore, malam , fajar.
  5. Suasana
    Suasana, yaitu suasana hati yang ditimbulkan oeh suatu karya sastra seperti novel. Misalnya suasana sedih, senang, benci, cinta, dan lainsebagainya. Dalam menciptakan suasana yang benar-benar dapat menyentuh hati para pembaca seorang penulis harus totalisan dalam penulisan sebuah novel. Biasanya banyak penulis novel yang menceritakan kisahnya berdasarkan pengalaman pribadi.
  6. Sudut Pandang
    Sudut Pandang atau point of view, yaitu cara pandang pengarang dalam menceritakan kisahnya. Cara pengarang membawakan ceritanya ada dua yaitu, cara bercerita orang pertama (memakai kata aku atau saya) dan cara bercerita orang ketiga (memakai kata dia, ia, dan nama orang).
  7. Amanat
    Amanat yaitu pesan yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca. Dalam menuliskan maksud pesan biasanya pengarang mengungkapkan secara tersirat maupu tersurat. Amanat merupakan unsur yang sangat penting dari sebuah karya sastra.

Unsur Ekstrinsik Novel

Unsur ekstrinsik novel adalah unsur yang membangun novel dari novel. Unsur ekstrinsik novel tidak terdapat didaam novel, namun sangat mempengaruhi hasil sebuah karya sastra. Berikut ini adalah unsur ekstrinsik novel beserta penjelasannya.

  1. Unsur Biografi  Unsur boigrafi ini adalah latar belakang pengarang. Latar belakang cukup berpengaruh dalam pembuatan puisi, misalkan penulis puisi yang latar belakangnya berasal dari keluarga miskin, maka jika ia membuat puisi akan sangat menyentuh hati para pembacanya, yang terbawa dari latar belakang penulis sehingga mampu dikesankan dalam sebuah puisi.
  2. Unsur Sosial Unsur sosial sangat erat kaitanya dengan kondisi masyarakat ketika puisi itu dibuat. Misalkan puisi itu dibuat ketika masa orde baru menjelang berakhir. Pada saat itu kondisi masyarakat itu sedang sangat kacau dan keadaan pemerintahan pun sangat carut marut, sehingga puisi yang dibuat pada saat itu adalah puisi yang mengandung sindiran-sindiran terhadap masyarakat.
  3. Unsur Nilai  Unsur nilai dalam puisi ini meliputi unsur yang berkaitan dengan pendidikan, seni, ekonomi, politik, sosial,budaya,  adat-istiadat, hukum, dan lain-lain. Nilai yang terkandung dalam puisi menjadi daya tarik tersendiri sehingga sangat mempengaruhi baik atau tidaknya puisi.

Baca juga: 20 Contoh Kalimat Ambigu

Struktur Novel

Struktur novel adalah susunan dan urutan peristiwa dalam sebuah novel yang membentuk alur cerita. Struktur novel yang baik akan membuat cerita mudah dipahami, menarik, dan membuat pembaca terus ingin membaca hingga selesai. Berikut ini adalah tiga elemen penting dalam struktur novel:

  1. Pengenalan (Exposition): Pengenalan adalah tahap awal dalam sebuah cerita yang digunakan untuk memperkenalkan latar belakang, karakter, dan setting cerita. Pengenalan juga digunakan untuk menggambarkan suasana hati dan membangun ketertarikan pembaca pada cerita.
  2. Konflik (Rising Action): Konflik adalah tahap di mana masalah atau hambatan muncul dalam cerita dan mulai memunculkan ketegangan. Konflik ini dapat bersifat internal (dalam diri karakter) atau eksternal (dari lingkungan atau karakter lain). Tahap ini juga dapat mengembangkan karakter dan membangun keterikatan pembaca pada mereka.
  3. Klimaks (Climax): Klimaks adalah puncak dari konflik dalam cerita, di mana tekanan dan ketegangan mencapai titik tertinggi. Pada tahap ini, karakter utama biasanya mengambil keputusan atau tindakan penting yang menentukan jalannya cerita selanjutnya.
  4. Penyelesaian (Falling Action and Resolution): Penyelesaian adalah tahap di mana konflik atau masalah dalam cerita mulai dipecahkan dan diakhiri. Di tahap ini, ada penyelesaian atau akhir yang memuaskan bagi karakter utama dan membawa rasa lega bagi pembaca.

Tahap-tahap dalam struktur novel ini tidak harus selalu berurutan dan dapat disusun sesuai dengan kebutuhan cerita. Namun, struktur yang baik harus dapat mengarahkan pembaca menuju kesimpulan atau pesan yang ingin disampaikan oleh penulis.

Dalam membaca dan memahami sebuah novel, pembaca harus penuh konsentrasi dan benar-benar menjiwai, menghayati setiap kata, kalimat dan cerita dalam sebuah novel. Dengan begitu pesan/amanat yang hendak disampaikan oleh pengarang dapat diterima oleh pembaca. Dalam penghayatan sebuah novel diperlukan adanya keterkaitan antara hati dan fikiran.

Nah demikianlah 7 Unsur Intrinsik Novel dan Penjelasannya Lengkap, sekian yang dapat mimin sampaikan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *