Perkembangbiakan Vegetatif: Pengertian, Contoh dan Macam-macam

contoh perkembangbiakan vegetatif

Balaibahasajateng, Perkembangbiakan Vegetatif: Pengertian, Contoh dan Macam-macam – Pada kesempatan kali ini kita akan belajar tentang cara perkembangbiakan secara vegetatif yang meliputi pengertian dan macam-macam cara perkembangbiakan vegetatif.

Pada pembahasan dibawah ini hanya hanya akan membahas pengertian, contoh dan macam-macam cara perkembangbiakan vegetatif. Tanpa berlama-lama lagi, langsung saja kita bahas satu per satu di bawah ini.

Daftar Isi

  1. Pengertian Perkembangbiakan Vegetatif
  2. Macam-Macam Perkembangbiakan Vegetatif
  3. Contoh Perkembangbiakan Vegetatif
    1. 1). Perkembangbiakkan Secara Vegetatif Alami
    2. 2). Perkembangbiakkan Secara Vegetatif Buatan
  4. Penutup

Pengertian Perkembangbiakan Vegetatif

Definisi perkembangbiakan secara vegetatif adalah terbentuknya atau terciptanya individu baru tanpa adanya peleburan antara sel sperma (jantan) dengan sel ovum (betina) dan individu barunya akan memiliki sifat yang sama persis dengan indukannya.

Umumnya perkembangbiakan secara vegetatif terjadi dilakukan oleh beberapa hewan avertebrata seperti coelenterata (hewan berkantong), vermes (cacing), dan echinodermata (hewan berkulit duri).

Macam-Macam Perkembangbiakan Vegetatif

Perkembangbiakan secara vegetatif terbagi menjadi 3 macam antara lain dengan pembentukan kuncup, fragmentasi atau pemutusan tubuh, dan partenogenesis.

Berikut penjelasan dari ketiga macam cara perkembangbiakan vegetatif beserta contohnya;

  1. Perkembangbiakan Vegetatif Dengan Pembentukan Kuncup; Hewan yang berkembangbiak dengan membentuk kuncup adalah hydra. Pada bagian kaki hydra akan tumbuh kuncup yang semakin lama, kuncup tersebut akan semakin membesar dan selanjutnya akan tumbuh tentakel yang mengelilingi mulutnya. Bila kuncup yang tumbuh dan terbentuk banyak akan menghasilkan atau membentuk koloni, selanjutnya individu tersebut dapat melepaskan diri induknya dan hidup dengan bebas. Selain hydra, contoh hewan lain yang berkembang secara vegetatif dengan pembentukan kuncup adalah anemon laut. Hewan ini banyak di pelihara oleh manusia di dalam akuarium dan memiliki bentuk yang mirip dengan bunga mawar, sehingga banyak orang yang menyebut anemone dengan mawar laut.
  2. Perkembangbiakan Vegetatif Dengan Fragmentasi atau Pemutusan Tubuh; Fragmentasi merupakan perkembangbiakan dengan memutuskan bagian tubuh dan banyak dilakukan oleh hewan acetebrata, contohnya adalah planaria atau cacing pipih. Cacing pipih mampu melakukan pemutusan bagian tubuhnya menjadi beberapa bagian dan setiap bagian tubuhnya yang terputus dapat tumbuh berkembang kemudian menjadi individu yang baru.
  3. Perkembangbiakan Vegetatif Dengan Partenogenesis; Terdapat beberapa jenis hewan yang dapat melakukan perkembangbiakan vegetatif dengan partenogenesis. Partenogenesis merupakan terbentuknya individu baru melalui ovum tanpa terjadinya proses pembuahan atau fertilisasi. Secara umum, hewan hanya melakukan perkembangbiakan vegetatif dengan partenogenesis hanya pada waktu-waktu tertentu saja. Seperti kutu daun yang melakukan perkembangbiakan vegetatif dengan partenogenesis ketika di lingkungan sekitarnya terdapat banyak sumber makanan. Selain kutu daun, contoh hewan yang melakukan partenogenesis antara lain adalah kadal padang pasir, curtaceae, dan belalang jambu.

Perkembangbiakan secara vegetatif dapat terjadi tanpa adanya hubungan seksual atau tanpa terjadinya peleburan antara sel sperma (jantan) dan sel ovum (betina).

Perkembangbiakan vegetative dibedakan menjadi 3 macam yaitu pembentukan kuncup, fragmentasi atau pemutusan tubuh, dan parthenogenesis.

Contoh pembentukan kuncup adalah hydra, fragmentasi atau pemutusan tubuh adalah planaria, dan partenogenesis adalah kutu daun.

Baca juga: Zygomycota: Lihat Ciri-Ciri, Cara Reproduksi dan Contohnya

Contoh Perkembangbiakan Vegetatif

Perkembangbiakan secara vegetatif dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu secara alami dan secara buatan.

1). Perkembangbiakkan Secara Vegetatif Alami

Perkembangbiakan secara vegetatif alami, dapat dilakukan dengan cara atau adanya alat sebagai berikut:

  • Spora :Spora merupakan satu atau beberapa sel berupa haploid atau diploid yang terbungkus dengan lapisan pelindung. Sel ini adalah dormain dan hanya dapat tumbuh di lingkungan atau wilayah yang yang memenuhi syarat tertentu, sesuai dengan jenis tanaman tersebut. Berikut beberapa contoh tanaman yang berkembangbiak secara vegetatif alami menggunakan spora antara lain tumbuhan paku, lumut, dan jamur.
  • Tunas :Tunas merupakan bagian dari tanaman yang baru akan tumbuh dari kecambah atau kuncup yang terletak diatas permukaan tanah atau media. Umumnya tunas dapat terdiri atas batang ditambah dengan calon bunga, daun muda, atau calon buah. Berikut beberapa contoh tanaman yang berkembangbiak secara vegetatif alami menggunakan tunas antara lain tanaman pisang, bambu, dan tebu.
  • Tunas Adventif :Tunas adventif merupakan tunas yang tumbuh dari bagian-bagian tertentu seperti tunas yang tumbuh pada akar atau daun. Berikut beberapa contoh tanaman yang berkembangbiak secara vegetatif alami menggunakan tunas adventif antara lain cocor bebek, cemara, dan sukun.
  • Umbi Batang :Umbi batang atau tuber cauligenum merupakan umbi yang terbentuk batang atau struktur modifikasi batang, seperti stolo atau geragih dan rhizoma atau rimpang. Berikut beberapa contoh dari tanaman yang berkembangbiak secara vegetatif alami menggunakan umbi batang antara lain gadung, ubi jalar, dan bengkuang.
  • Akar Tinggal :Akar tinggala atau disebut juga dengan rhizoma merupakan modifikasi batang tanaman yang tumbuhnya menjalar dibawah permukaan tanah, menghasilkan akar dan tunas baru dari ruas-ruasnya. Berikut beberapa contoh dari tanaman yang berkembangbiak secara vegetatif alami menggunakan akar tinggal antara lain lengkuas, jahe, dan kunyit.
  • Geragih :Geragih atau stolon merupakan modifikasi pada batang yang tumbuh menyamping dan diruas-ruasnya akan tumbuh bakal tanaman baru. Berikut beberapa contoh tanaman yang berkembangbiak secara vegetatif alami menggunakan geragih antara lain rumput teki, eceng gondok, dan strawberry.

2). Perkembangbiakkan Secara Vegetatif Buatan

Perkembangbiakan secara vegetatif buatan, dapat dilakukan dengan cara atau adanya alat sebagai berikut:

  • Penyetekan :Perkembangbiakan dengan cara penyetekan dilakuakan dengan cara menanam bagian tertentu dari tanaman tanpa menunggu tumbuhnya akar terlebih dahulu. Berikut beberapa contoh tanaman yang berkembangbiak secara vegetatif buatan menggunakan penyetekan antara lain singkong, mawar, dan tebu.
  • Perundukan :Perkembangbiakan dengan cara perundukan dilakukan dengan cara membengkokkan cabang tanaman hingga ketanah, lalu memendam cabang tanaman tersebut dengan tanah. Berikut beberapa contoh tanaman yang berkembangbiak secara vegetatif buatan menggunakan perudukan antara lain anggur, apel, dan melati.
  • Pencangkokan :Perkembangbiakan dengan cara pencangkokan dilakukan dengan cara membuat batang tanaman menjadi berakar. Berikut beberapa contoh tanaman yang berkembangbiak secara vegetatif buatan menggunakan pencangkokan antara lain mangga, jambu biji, dan jeruk.

Baca juga: Ciri-Ciri Kingdom Plantae

Penutup

Dalam artikel ini, kita telah membahas tentang perkembangbiakan vegetatif yang merupakan salah satu cara reproduksi pada tumbuhan. Dari tunas hingga stek, setiap metode perkembangbiakan vegetatif memiliki keunikan dan kelebihannya masing-masing. Dengan memahami cara-cara ini, kita dapat mengembangkan tumbuhan dengan cepat dan efektif.

Terima kasih telah membaca artikel ini dan semoga informasi yang telah disampaikan dapat bermanfaat bagi pembaca. Dengan memahami perkembangbiakan vegetatif, kita dapat membantu menjaga kelestarian tumbuhan dan mengembangkan lebih banyak jenis tanaman yang bermanfaat bagi kehidupan kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *