Perilaku Konsumen: Pengertian dan Contohnya

perilaku konsumen adalah

Balaibahasajateng.web.id, Perilaku Konsumen adalah – Beberapa tahun yang lalu, takkan terbayangkan akan ada saat dimana memesan layanan makanan, membeli kebutuhan rumah tangga, membayar tagihan, hingga memesan layanan antar-jemput bisa dilakukan hanya dengan satu aplikasi saja dan bahkan menjadi kebutuhan hampir semua orang di kota besar.

Dengan adanya climate emergency, orang-orang jadi beralih ke produksi dan konsumsi barang-barang yang memiliki branding ramah lingkungan.

Walaupun penggunaan barang ramah lingkungan sudah lama digunakan, misal pembungkus makanan dari daun pisang di pasar tradisional, tas belanja dan kotak bekal, namun ketenarannya mulai mencuat kembali dengan adanya climate emergency yang menuntut manusia untuk hidup secara sustainable agar perubahan iklim tidak berdampak kian buruk.

Dua hal tersebut membuktikan bahwa permintaan pasar selalu berubah. Memahami apa yang diinginkan oleh konsumen atau bagaimana konsumen melakukan proses konsumsi terhadap suatu barang atau jasa adalah salah satu hal yang perlu diketahui oleh pelaku usaha. Proses pencarian kebutuhan hingga evaluasi produk oleh konsumen merupakan salah satu bentuk perilaku konsumen.

Daftar Isi

  1. Pengertian Perilaku Konsumen
  2. Pengertian Perilaku Konsumen menurut beberapa Jurnal
  3. Contoh Perilaku Konsumen
  4. Penutup

Pengertian Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen merupakan suatu kajian mengenai pembelian dan pertukaran yang melibatkan barang, jasa, pengalaman dan ide-ide.

Konsep pengalaman dan ide-ide berasal dari pengalaman yang dijanjikan oleh pemberi jasa atau produk kepada konsumen serta ide mengenai suatu produk seperti bagaimana gambaran produk tersebut di masyarakat, apakah jasa yang digunakannya akan mempermudah atau malah memberikan permasalahan untuknya kelak di kemudian hari, atau bagaimanakah konsumen mengevaluasi pilihannya dalam melakukan konsumsi suatu barang atau jasa.

Baca juga: Ilmu Ekonomi: Pengertian, Tujuan, Konsep dasar dan Ruang Lingkup

Pada dasarnya suatu usaha selalu melibatkan pertukaran. Seorang pelaku usaha menawarkan jasa atau produk beserta informasi mengenai apa yang ditawarkan dan jaminan kepuasan produk.

Sedangkan konsumen memberikan uangnya sebagai tanda pertukaran atas jasa atau produk yang diberikan pelaku usaha. Pelaku usaha yang berusaha sebisa mungkin membuat produk atau jasanya diminati dan dicari oleh pasar tentu akan memasarkan produk atau jasanya semaksimal mungkin, bisa melalui pemberian informasi produk, iklan yang menarik emosi masyarakat, core value yang dimiliki dan yang membuatnya lebih unggul dari produk atau jasa lain di pasaran serta strategi pemasaran yang lain.

Namun, perlu diingat bahwa ketika memasarkan atau menjual suatu produk atau jasa, pelaku usaha harus tetap memperhatikan etika. Dalam hubungan pertukaran, kedua pihak yang melakukan pertukaran harus mengetahui secara penuh dan tidak memberikan informasi yang salah mengenai transaksi yang dilakukan.

Pelanggaran etika ini akan mempengaruhi baik bagaimana pengalaman konsumen yang akan berpengaruh ke keputusannya ketika akan melakukan konsumsi di kemudian hari.

Hal ini berlaku pula untuk konsumen dalam melakukan konsumsi. Proses evaluasi memang terjadi, namun konsumen tetap harus bertidak secara bertanggung jawab dalam proses pertukaran.

Ketidakpercayaan yang terbentuk selama proses pertukaran akan memengaruhi keputusan pelaku usaha dalam memberikan pelayanan kepada konsumen.

Pengertian Perilaku Konsumen menurut beberapa Jurnal

Berikut ini adalah beberapa pengertian perilaku konsumen menurut jurnal yang sudah terbit.

  1. Menurut jurnal “The Journal of Consumer Research” (JCR), perilaku konsumen adalah cara-cara atau tindakan yang dilakukan oleh konsumen dalam memilih, membeli, menggunakan, dan membuang produk atau layanan. Perilaku konsumen dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti budaya, sosial, psikologis, dan lingkungan.
  2. Menurut jurnal “Journal of Business Research” (JBR), perilaku konsumen adalah tindakan dan keputusan yang diambil oleh konsumen dalam membeli dan menggunakan produk atau layanan. Perilaku konsumen dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengalaman sebelumnya, preferensi, nilai, dan lingkungan.
  3. Menurut jurnal “International Journal of Research in Marketing” (IJRM), perilaku konsumen adalah interaksi antara konsumen dan lingkungannya dalam proses pemilihan, pembelian, dan penggunaan produk atau layanan. Perilaku konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti budaya, sosial, psikologis, dan lingkungan.
  4. Menurut jurnal “Journal of Marketing” (JM), perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh konsumen dalam membeli dan menggunakan produk atau layanan. Perilaku konsumen dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti motivasi, persepsi, sikap, dan lingkungan.

Dari pengertian perilaku konsumen menurut beberapa jurnal tersebut, dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen mencakup tindakan dan keputusan yang dilakukan oleh konsumen dalam memilih, membeli, menggunakan, dan membuang produk atau layanan. Perilaku konsumen dipengaruhi oleh berbagai faktor yang kompleks, seperti budaya, sosial, psikologis, dan lingkungan, sehingga memahami perilaku konsumen menjadi penting bagi bisnis untuk mengembangkan strategi pemasaran yang efektif.

Contoh Perilaku Konsumen

Berikut adalah beberapa contoh perilaku konsumen:

  1. Pemilihan merek: Konsumen memilih merek tertentu dari produk yang sama berdasarkan preferensi pribadi atau pengalaman sebelumnya.
  2. Perilaku mencari informasi: Konsumen melakukan riset sebelum membeli produk untuk membandingkan harga, kualitas, merek, dan fitur.
  3. Pengaruh sosial: Konsumen dapat dipengaruhi oleh keluarga, teman, atau publik figur dalam keputusan pembelian mereka.
  4. Keputusan impulsif: Konsumen membeli produk tanpa melakukan riset atau berpikir terlebih dahulu, terutama ketika produk memiliki diskon atau promosi.
  5. Pengulangan pembelian: Konsumen membeli produk yang sama berulang kali karena kepuasan mereka dengan produk tersebut.
  6. Pembelian impulsif: Konsumen membeli produk tanpa rencana sebelumnya atau keinginan yang kuat, hanya karena mereka melihat produk tersebut dan tergoda olehnya.
  7. Penghematan: Konsumen membeli produk yang lebih murah daripada merek yang lebih terkenal atau mahal.
  8. Penolakan: Konsumen menolak atau tidak membeli produk tertentu karena masalah moral atau etika, seperti produk yang dianggap merusak lingkungan.
  9. Pencarian kualitas: Konsumen membeli produk dengan kualitas yang lebih tinggi, meskipun harganya lebih mahal, untuk memenuhi kebutuhan mereka atau untuk membangun citra positif.
  10. Kepuasan konsumen: Konsumen membeli produk dari merek tertentu karena pengalaman positif sebelumnya atau merekomendasikan merek tersebut kepada orang lain.

Baca juga: Waralaba Adalah: Pengertian, Jenis dan Contohnya

Penutup

Perilaku konsumen memainkan peran penting dalam dunia bisnis. Bagaimana konsumen bertindak dan mengambil keputusan dalam membeli produk atau layanan dapat memiliki dampak besar pada keberhasilan atau kegagalan bisnis. Para pelaku bisnis perlu memahami perilaku konsumen untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen serta memenangkan persaingan pasar.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, perilaku konsumen juga mengalami perubahan. Konsumen sekarang lebih cenderung mencari informasi sebelum membeli produk, serta lebih cerdas dan kritis dalam memilih merek dan produk. Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami perubahan ini dan menyediakan informasi yang mudah diakses dan transparan untuk membangun kepercayaan konsumen.

Selain itu, pengaruh sosial juga memainkan peran penting dalam perilaku konsumen. Konsumen dapat dipengaruhi oleh keluarga, teman, dan publik figur dalam keputusan pembelian mereka. Oleh karena itu, perusahaan dapat memanfaatkan pengaruh ini untuk mempromosikan produk atau merek mereka.

Memahami perilaku konsumen sangat penting bagi para pelaku bisnis untuk dapat menentukan strategi pemasaran yang efektif dan memenuhi kebutuhan konsumen. Dengan memahami perilaku konsumen dan perubahan yang terjadi, perusahaan dapat meningkatkan kepuasan konsumen, memenangkan persaingan pasar, dan mencapai kesuksesan dalam bisnis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *