20 Agustus 2010 | 10:28 wib | Hasil Penelitian | Penelitian Kebahasaan

Kemampuan Berbahasa Indonesia Masyarakat Buta Aksara di Salatiga

Tahun Penelitian: 2010

Peneliti:

  • Dr. Dwi Atmawati, M.Hum.
  • Ika Inayati, S.S.
  • Agus Sudono, S.S.
  • Rukni Setyawati, M.Pd.

Abstrak

         Masih ada sebagian masyarakat buta aksara di Salatiga yang kurang atau bahkan sama sekali belum mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia. Padahal, bahasa Indonesia di negara Indonesia merupakan bahasa resmi dan bahasa nasional. Sudah semestinya bila semua masyarakat Indonesia bisa berkomunikasi menggunakan bahasa tersebut. Oleh karena itu, penelitian mengenai kemampuan berbahasa Indonesia pada masyarakat buta aksara di Salatiga ini dilakukan.

         Penelitian ini merupakan penelitian survey. Pengambilan datanya menggunakan teknik purposive sampling. Sumber data penelitian ini berasal dari   masyarakat buta aksara di Salatiga, baik laki-laki maupun perempuan berusia 40-70 tahun ke atas. Proses pengambilan data direkam dengan MP3 dan tape recorder. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif.

         Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa masyarakat buta aksara di Salatiga ada yang sama sekali belum mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia dan ada yang hanya mampu berbahasa Indonesia secara pasif. Setelah mereka mengikuti kelompok belajar, kemampuan membaca, menulis, dan berbahasa Indonesia meningkat. Meskipun begitu, peningkatan kemampuan tersebut tidak sama antara individu yang satu dan yang lainnya. Hal tersebut dipengaruhi oleh keinginan, motivasi, dan daya ingat yang menurun karena usia.

         Adapun faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya kemampuan berbahasa Indonesia, yaitu: minimnya penguasaan kosakata bahasa Indonesia, lingkungan hidupnya menggunakan bahasa daerah untuk berkomunikasi sehari-hari, kurangnya motivasi untuk belajar, rendahnya tingkat pendidikan yang ditempuh, dan keterbatasan ekonomi.

         Kata-kata kunci: bahasa Indonesia, buta aksara, komunikasi, Salatiga.

 

 

 

( Balai Bahasa Prov. Jateng )

Kirim Komentar

Terbaru

12 April 2018 | 16:20 wib

PENYULUHAN BAHASA INDONESIA DI KABUPATEN KEBUMEN Pentingnya Keterampilan Berbahasa Indonesia Guru sebagai Piranti Mengajar

image Dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, bahasa Indonesia selalu digunakan sebagai bahasa pengantar, kecuali beberapa…


06 April 2018 | 13:19 wib

Fried Rice, Fried Cassava, Black Coffee? Prestise atau Sikap Feodal?

image Nasi goreng, singkong goreng, kopi hitam, pasti bukan nama-nama yang aneh di telinga rakyat Indonesia. Nama-nama itu jamak…


19 Maret 2018 | 07:54 wib

Diskusi Sastra dan Peluncuran Antologi Geguritan: Mung Ngabekti Karya Na Dhien Kristy

image Mung Ngabekti yang memiliki arti ‘hanya mengabdi' dipilih Na Dhien Kristy sebagai judul antologi geguritannya. Judul…


15 Maret 2018 | 15:06 wib

Bengkel Komunitas Bahasa dan Sastra Dorong Gerakan Literasi Sekolah

image Balai Bahasa Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang menyelenggarakan Bengkel…


14 Maret 2018 | 09:43 wib

Guru Harus Menggunakan Bahasa Indonesia di Setiap Forum Resmi

image Pada awal tahun 2018 Balai Bahasa Jawa Tengah kembali melaksanakan kegiatan pemartabatan penggunaan bahasa Indonesia melalui…

© 2012 Balai Bahasa Jawa Tengah
Jalan Elang Raya Nomor 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang
Telepon 024-76744357, Fax. 024-76744358, Email: info@balaibahasajateng.web.id