20 April 2015 | 11:26 wib | Jurnal | Jalabahasa

REFLEKSI PERBEDAAN KONTEKS SITUASI BAHASA: ANALISIS TERJEMAHAN TEKS BERITA DENGAN PENDEKATAN SFL

 

Oleh/By:
Retno Hendrastuti
Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah
Jalan Elang Raya No. 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang
Telepon 024-76744357, 70769945; Faksimile 024- 76744358, 70799945
Pos-el: info@balaibahasajateng.web.id
Pos-el penulis: retnohendras@gmail.com

Diterima: 22 April 2014, Disetujui: 30 April 2014

 

         ABSTRAK

         Kajian penerjemahan harus juga mempertimbangkan dipertahankannya aspek konteks situasi (register) bahasa sumber (BSu) dalam bahasa sasaran (BSa). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan menganalisis aspek konteks situasi (register), seperti aspek medan (field), pelibat (tenor), dan sarana (mode) pada teks yang berjudul "Aussies Embrace the Paranormal" yang diterjemahkan menjadi "Penerimaan Masyarakat Australia terhadap Paranormal". Hasil analisis menunjukkan bahwa aspek medan merepresentasikan isi teks tentang kepercayaan masyarakat Australia terhadap dunia lain yang terealisasi dalam penggunaan mayoritas klausa kompleks, proses mental, nomina simpleks, klausa indikatif, deklaratif, proposisi, nominalisasi, dan teknikalitas yang terkait dengan fenomena dunia lain, dan penggunaan jenis teks laporan (genre report). Analisis pelibat pada aspek status menunjukkan posisi penulis dan pembaca sejajar. Pada aspek kontak menunjukkan kedekatan hubungan antara penulis dan pembaca, dan pada sisi aspek afek menunjukkan posisi penulis yang netral terhadap isi teks dan pembacanya. Analisis sarana menunjukkan gaya bahasa tulis yang digunakan serta kesesuaiannya dengan media yang dipergunakan sebagai media publikasi. Kemudian, perubahan unsur-unsur register pada BSa hanya terjadi pada jenis proses dan jenis tema. Artinya, tidak ada pergeseran yang signifikan yang mempengaruhi struktur dan jenis teks pada BSu dan BSa. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam konteks BSu kepercayaan terhadap paranormal dianggap sama halnya dengan memeluk atau meyakini sebuah agama, sedangkan dalam konteks budaya BSa hal itu berbeda dengan meyakini sebuah agama dan kurang berterima.

         Kata Kunci: konteks situasi, penerjemahan, pergeseran

         
ABSTRACT

         Translation study should also consider the accuracy of context of situation (register) aspects of source language (SL) reflected into target language (TL). It was a descriptive qualitative study intended to analyze context of situation aspects (register) such as field, tenor, and mode explored through lexicogrammar aspects of a text entitled "Aussies Embrace the Paranormal" translated into "Penerimaan Masyarakat Australia terhadap Paranormal". The result of the study shows that the field aspect represents the text content about Australian people's belief in other world. It is realized in the use majority of complex clouse, mental process, simplex noun, indicative, declarative, proposition clouses, nominalizations and technicalities about other world phenomenon, and the use of report genre. Tenor analysis in status aspect shows that the position of writer and the reader is equal. In contact aspect shows close relationship between writer and reader, and in affect aspect shows a netral position of the writer toward text and the reader. Mode analisis indicates written language style developed and it is suitable with the publication media used. The change of register aspects in TL is only realized in the kind of processes and themes. Mainly, there is no significant deviation that affect SL and TL's structure and genre. It shows a finding that in SL context believing in paranormal was similar with embracing or believing in religion. Meanwhile in TL cultural context it is different and considered not acceptable.

         Keywords: context of situation, translation, deviation

 

Jalabahasa: Jurnal Ilmiah Kebahasaan, Volume 10, Nomor 1, Mei 2014, halaman 1-16

( est/ Tim Laman Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah )

Kirim Komentar

Terbaru

12 April 2018 | 16:20 wib

PENYULUHAN BAHASA INDONESIA DI KABUPATEN KEBUMEN Pentingnya Keterampilan Berbahasa Indonesia Guru sebagai Piranti Mengajar

image Dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, bahasa Indonesia selalu digunakan sebagai bahasa pengantar, kecuali beberapa…


06 April 2018 | 13:19 wib

Fried Rice, Fried Cassava, Black Coffee? Prestise atau Sikap Feodal?

image Nasi goreng, singkong goreng, kopi hitam, pasti bukan nama-nama yang aneh di telinga rakyat Indonesia. Nama-nama itu jamak…


19 Maret 2018 | 07:54 wib

Diskusi Sastra dan Peluncuran Antologi Geguritan: Mung Ngabekti Karya Na Dhien Kristy

image Mung Ngabekti yang memiliki arti ‘hanya mengabdi' dipilih Na Dhien Kristy sebagai judul antologi geguritannya. Judul…


15 Maret 2018 | 15:06 wib

Bengkel Komunitas Bahasa dan Sastra Dorong Gerakan Literasi Sekolah

image Balai Bahasa Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang menyelenggarakan Bengkel…


14 Maret 2018 | 09:43 wib

Guru Harus Menggunakan Bahasa Indonesia di Setiap Forum Resmi

image Pada awal tahun 2018 Balai Bahasa Jawa Tengah kembali melaksanakan kegiatan pemartabatan penggunaan bahasa Indonesia melalui…

© 2012 Balai Bahasa Jawa Tengah
Jalan Elang Raya Nomor 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang
Telepon 024-76744357, Fax. 024-76744358, Email: info@balaibahasajateng.web.id