20 April 2015 | 11:13 wib | Jurnal | Jalabahasa

TINDAK TUTUR DAN INFERENSI PADA ISI PESAN SINGKAT (SMS) BERMOTIF PENIPUAN

 

Oleh/By:
Emma Maemunah
Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah
Jalan Elang Raya No. 1 Mangunharjo, Tembalang, Semarang
Telp. 024-76744357, 70769945 Faks. 024-76744358, 70799945
pos-el: info@balaibahasajateng.web.id
pos-el penulis: xaredoks@yahoo.com

Diterima: 14 Maret 2014; Disetujui: 28 Maret 2014

 

         ABSTRAK

         Telepon genggam dapat digunakan untuk berkomunikasi secara langsung atau tidak langsung, yaitu melalui layanan pesan singkat (SMS). Saat ini penipuan melalui pesan singkat (SMS) semakin marak. Banyak pengguna telepon genggam yang tertipu oleh isi pesan singkat tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengkaji bentuk tindak tutur yang digunakan oleh penutur dalam isi pesan singkat (SMS) bermotif penipuan dan menjelaskan referensi yang digunakan oleh mitra tutur dalam melakukan inferensi terhadap isi pesan singkat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis pesan singkat dengan dalih yang berbeda. Tindak tutur yang digunakan dalam pesan singkat bermotif penipuan adalah tindak tutur representatif, tindak tutur komisif, tindak tutur direktif, dan tindak tutur ekspresif. Referensi yang digunakan oleh mitra tutur dalam melakukan inferensi adalah penggunaan atribut, nama dan referen, ko-teks, dan konteks.

         Kata kunci: tindak tutur, pesan singkat, inferensi

 

         ABSTRACT

         A mobile phone can be used to communicate directly or indirectly by using a short message service (SMS). Recently, deception through the use of SMS increases. There are many mobile phone users are deceived by the content of SMS. This descriptive qualitative study aims to find out the forms of speech acts used by the speaker in the content of SMS with deception motive and to explain the reference used by the interlocutor in making inference. The result of the study shows that there are five kinds of short messages with different reasons. The speech acts used in the short message with deception motive are the speech acts of representatives, commissives, directives, and expressives. The reference used by the interlocutor are the use of attributetive, names and referents, cotext, and context.

         Keywords: speech acts, short message, inference

 

Jalabahasa: Jurnal Ilmiah Kebahasaan, Volume 10, Nomor 1, Mei 2014, halaman 35-48

( est/ Tim Laman Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah )

Kirim Komentar

Terbaru

24 Agustus 2018 | 09:15 wib

Bahasa untuk yang Nonbahasa

image   Penggunaan bahasa yang baik dan benar seharusnya tidak hanya dilakukan di sekolah atau lingkungan akademis lainnya.…


20 Agustus 2018 | 11:02 wib

Guru Harus Meningkatkan Kemahiran Berbahasa Indonesia

  Bahasa Indonesia menjadi alat komunikasi yang sangat penting bagi guru karena bahasa Indonesia wajib digunakan sebagai…


20 Agustus 2018 | 10:48 wib

Guru Nonbahasa Perlu Melek Bahasa dan Sastra

image   Bahasa mempunyai peran penting dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional anak didik. Dalam hal ini bahasa…


16 Agustus 2018 | 16:16 wib

Devian dan Rosaliana Terpilih Menjadi Duta Bahasa Jawa Tengah 2018

image Devian Satria Kusuma Pradiva (alumni Universitas Sebelas Maret) dan Rosaliana Intan Pitaloka (Universitas Sebelas Maret)…


30 Juli 2018 | 10:54 wib

Mutiara, Cahaya, dan Pahlawan Tema ibu Mendominasi Puisi Bengkel Sastra di Kabupaten Jepara

image Kegiatan Bengkel Komunitas Bahasa dan Sastra (Siswa Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Jepara) diadakan pada 16-18 April…

© 2012 Balai Bahasa Jawa Tengah
Jalan Elang Raya Nomor 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang
Telepon 024-76744357, Fax. 024-76744358, Email: info@balaibahasajateng.web.id