20 April 2015 | 11:06 wib | Jurnal | Jalabahasa

UNGKAPAN MAKIAN DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

 

Oleh/By:
Nindwihapsari
Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat
Jalan Jenderal A.Yani Pontianak, Kalimantan Barat 78121
Telepon 0561- 761094; Faksimile 0561- 582104
Pos-el Penulis: nce_77_@yahoo.com

Diterima: 10 April 2014, Disetujui: 18 April 2014

 

         ABSTRAK

         Pemakaian ungkapan makian dapat kita jumpai di mana pun, kapan pun, dan oleh siapapun. Ungkapan makian terjadi karena ada konteks yang melatarbelakanginya. Konteks sangat penting untuk mengetahui maksud dari makian. Tulisan ini mendeskripsikan tentang bentuk-bentuk ungkapan makian dan fungsinya yang terdapat dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk. Tulisan ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pendekatan yang digunakan menggunakan pendekatan sosiolinguistik. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik catat. Metode analisis data menggunakan metode kontekstual. Penganalisaan data dilakukan dengan menggunakan langkah kerja sebagai berikut 1) menginventarisasi bentuk-bentuk makian, 2) mengklasifikasikan bentuk-bentuk makian, dan 3) mendeskripsikan bentuk dan fungsi ungkapan makian.

         Kata kunci: ungkapan makian, bentuk-bentuk makian, fungsi makian

 

         ABSTRACT

         Cursing expressions could be found anywhere, anytime, and by anyone. They are uttered based on its background context. The context is important to understand the meaning of the curse. This study describes the form of the expressions and their functions in the Ronggeng Dukuh Paruk trilogy novel. This study uses a qualitative-descriptive method. The method is used in order to get a clear description on the curse expressions in Ronggeng Dukuh Paruk novel. The analysis of the data uses the following steps 1) studying the data, 2) inventorying the form of the curse, 3) classifying the forms of the curse and 4) describing the functions of the curse expressions.

         Keywords: curse expressions, forms of the curse expressions, the functions of the curse

 

Jalabahasa: Jurnal Ilmiah Kebahasaan, Volume 10, Nomor 1, Mei 2014, halaman 49-60

( est/ Tim Laman Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah )

Kirim Komentar

Terbaru

12 April 2018 | 16:20 wib

PENYULUHAN BAHASA INDONESIA DI KABUPATEN KEBUMEN Pentingnya Keterampilan Berbahasa Indonesia Guru sebagai Piranti Mengajar

image Dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, bahasa Indonesia selalu digunakan sebagai bahasa pengantar, kecuali beberapa…


06 April 2018 | 13:19 wib

Fried Rice, Fried Cassava, Black Coffee? Prestise atau Sikap Feodal?

image Nasi goreng, singkong goreng, kopi hitam, pasti bukan nama-nama yang aneh di telinga rakyat Indonesia. Nama-nama itu jamak…


19 Maret 2018 | 07:54 wib

Diskusi Sastra dan Peluncuran Antologi Geguritan: Mung Ngabekti Karya Na Dhien Kristy

image Mung Ngabekti yang memiliki arti ‘hanya mengabdi' dipilih Na Dhien Kristy sebagai judul antologi geguritannya. Judul…


15 Maret 2018 | 15:06 wib

Bengkel Komunitas Bahasa dan Sastra Dorong Gerakan Literasi Sekolah

image Balai Bahasa Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang menyelenggarakan Bengkel…


14 Maret 2018 | 09:43 wib

Guru Harus Menggunakan Bahasa Indonesia di Setiap Forum Resmi

image Pada awal tahun 2018 Balai Bahasa Jawa Tengah kembali melaksanakan kegiatan pemartabatan penggunaan bahasa Indonesia melalui…

© 2012 Balai Bahasa Jawa Tengah
Jalan Elang Raya Nomor 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang
Telepon 024-76744357, Fax. 024-76744358, Email: info@balaibahasajateng.web.id