20 April 2015 | 10:25 wib | Jurnal | Jalabahasa

IMPERATIF DALAM IMBAUAN DI RUANG PUBLIK

 

Oleh/By:
Sri Wahyuni
Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah
Jalan Elang Raya No. 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang
Telepon 024-76744357, 70769945; Faksimile 024- 76744358, 70799945
Pos-el: info@balaibahasajateng.web.id
Pos-el penulis: yuni.bbjateng@yahoo.com

Diterima: 15 Maret 2014, Disetujui: 28 Maret 2014

 

         ABSTRAK

         Bahasa menunjukkan bangsa. Kita dapat mengetahui karakter suatu bangsa salah satunya dengan melihat bahasa yang digunakan di ruang publik. Bahasa di ruang publik meliputi penggunaan untuk nama usaha, poster, iklan, nama lembaga pemerintah, serta imbauan dan petunjuk. Imbauan di ruang publik merupakan salah satu sarana pemerintah dalam berkomunikasi dengan masyarakat. Melalui imbauan inilah kita dapat mengetahui karakter suatu bangsa. Semakin santun bahasa dalam imbauan semakin santun kepribadian suatu bangsa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesantunan bahasa pada imbauan di ruang publik dengan mengklasifikasikan imbauan tersebut sebagai kalimat perintah, kalimat imperatif ajakan, kalimat imperatif larangan. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu bahasa dalam imbauan di ruang publik. Adapun, metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.

         Kata kunci: imbauan, kesantunan, dan kalimat imperatif

 

         ABSTRACT

         Language reflects a nation. The character of one nation could be seen from its language use in the public place. It could be found in the sign boards of company and government institutions, posters, advertisements, directions and instructions. Instructions in the public space are one mean of communications between government and its society. Through these instructions, the character of a nation could be seen. The language politeness in the instruction signs shows the politeness character of the nation. The aim of this research is to describe the language politeness in the public place instruction signs by classifying it to command, invitation, and prohibition. The data is taken from the public place instruction signs and analyzed by descriptive-qualitative method.

         Keywords: instruction, politeness, and imperative sentences

Jalabahasa: Jurnal Ilmiah Kebahasaan, Volume 10, Nomor 1, Mei 2014, halaman 75-86

( est/ Tim Laman Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah )

Kirim Komentar

Terbaru

24 Agustus 2018 | 09:15 wib

Bahasa untuk yang Nonbahasa

image   Penggunaan bahasa yang baik dan benar seharusnya tidak hanya dilakukan di sekolah atau lingkungan akademis lainnya.…


20 Agustus 2018 | 11:02 wib

Guru Harus Meningkatkan Kemahiran Berbahasa Indonesia

  Bahasa Indonesia menjadi alat komunikasi yang sangat penting bagi guru karena bahasa Indonesia wajib digunakan sebagai…


20 Agustus 2018 | 10:48 wib

Guru Nonbahasa Perlu Melek Bahasa dan Sastra

image   Bahasa mempunyai peran penting dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional anak didik. Dalam hal ini bahasa…


16 Agustus 2018 | 16:16 wib

Devian dan Rosaliana Terpilih Menjadi Duta Bahasa Jawa Tengah 2018

image Devian Satria Kusuma Pradiva (alumni Universitas Sebelas Maret) dan Rosaliana Intan Pitaloka (Universitas Sebelas Maret)…


30 Juli 2018 | 10:54 wib

Mutiara, Cahaya, dan Pahlawan Tema ibu Mendominasi Puisi Bengkel Sastra di Kabupaten Jepara

image Kegiatan Bengkel Komunitas Bahasa dan Sastra (Siswa Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Jepara) diadakan pada 16-18 April…

© 2012 Balai Bahasa Jawa Tengah
Jalan Elang Raya Nomor 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang
Telepon 024-76744357, Fax. 024-76744358, Email: info@balaibahasajateng.web.id