10 April 2015 | 17:07 wib | Jurnal | Alayasastra

ANALISIS CERPEN “SAMSARA” KARYA DEWI LESTARI SUATU KAJIAN BUDAYA POPULER


Oleh/By:

Drajat Agus Murdowo
Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah
Jalan Elang Raya, Mangunharjo Tembalang, Semarang
Telepon 024-76744357, 70769945; Faksimile 024-76744358, 70799945
info@balaibahasajateng.web.id
Pos-el: drajatagusmudowo@yahoo.com

Diterima: 15 Maret 2014, Disetujui: 11 April 2014

 

         ABSTRAK

         Cerpen "Samsara" berisi tentang gagasan dan negosiasi ideologi Dewi Lestari. Dia mengungkapkan bahwa dalam perkembangan peradaban manusia segala sesuatu diukur dengan materi. Keberadaan materi bagi manusia adalah kebutuhan wajib yang harus diusahakan. Industrialisasi merupakan jawaban bagaimana cara mengusahakannya. Alam mutlak ditransformasikan menjadi materi yang dapat memenuhi kebutuhan manusia, termasuk makhluk hidup pun menjadi santapan pemenuhan materi manusia. Cerpen "Samsara" merupakan produk kebudayaan yang menerangkan bagaimana relasi-relasi antarelemen dalam kehidupan sosial yang mendominasi satu dengan yang lain dan bagaimana negosiasi ideologi pengarang terhadap realitas sosial. Dewi Lestari memperlihatkan dan menawarkan gambaran sebuah negosiasi ideologi yang terjadi dalam masyarakat secara nyata dan masyarakat dalam teks sastra tersebut. Kehidupan tidak hanya mencari materi semata, tetapi juga harus memperhatikan sisi kehidupan lain dan lingkungan. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan gagasan Dewi Lestari dalam cerpen "Samsara" dan negosiasi ideologi dalam cerpen tersebut.

Kata kunci: kebudayaan, materi, industrialisasi, negosiasi

 

         
ABSTRACT

         A short story of "Samsara" discusses about Dewi Lestari's ideas and how her ideology negotiates in the short story. Dewi Lestari proposes that in the human civilization, everything is measured with material. The existence of material is a must through industrialization. The nature is absolute to be transformed into useful things. "Samsara" is a cultural product that explains how the relations among elements in a social life which dominate one with the other, how does the author's ideology negotiate through social reality. Dewi Lestari shows and offers a description occurring in areal society and the society of the text. Life is not simply as looking for materials but also paying more attention to other dimensions of life and its nature. The objective of this paper is describing Dewi Lestari's idea and her ideology negotiation in "Samsara".

         Keywords: culture, material, industrialization, negotiation

         Alayasastra: Jurnal Ilmiah Kesusastraan, Volume 10, Nomor 1, Mei 2014, halaman 27-38

( est/ Tim Laman Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah )

Kirim Komentar

Terbaru

24 Agustus 2018 | 09:15 wib

Bahasa untuk yang Nonbahasa

image   Penggunaan bahasa yang baik dan benar seharusnya tidak hanya dilakukan di sekolah atau lingkungan akademis lainnya.…


20 Agustus 2018 | 11:02 wib

Guru Harus Meningkatkan Kemahiran Berbahasa Indonesia

  Bahasa Indonesia menjadi alat komunikasi yang sangat penting bagi guru karena bahasa Indonesia wajib digunakan sebagai…


20 Agustus 2018 | 10:48 wib

Guru Nonbahasa Perlu Melek Bahasa dan Sastra

image   Bahasa mempunyai peran penting dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional anak didik. Dalam hal ini bahasa…


16 Agustus 2018 | 16:16 wib

Devian dan Rosaliana Terpilih Menjadi Duta Bahasa Jawa Tengah 2018

image Devian Satria Kusuma Pradiva (alumni Universitas Sebelas Maret) dan Rosaliana Intan Pitaloka (Universitas Sebelas Maret)…


30 Juli 2018 | 10:54 wib

Mutiara, Cahaya, dan Pahlawan Tema ibu Mendominasi Puisi Bengkel Sastra di Kabupaten Jepara

image Kegiatan Bengkel Komunitas Bahasa dan Sastra (Siswa Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Jepara) diadakan pada 16-18 April…

© 2012 Balai Bahasa Jawa Tengah
Jalan Elang Raya Nomor 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang
Telepon 024-76744357, Fax. 024-76744358, Email: info@balaibahasajateng.web.id