10 April 2015 | 17:00 wib | Jurnal | Alayasastra

MEMBACA PEREMPUAN TOLAKI MELALUI MITOS WEKOILA


Oleh/By
Heksa Biopsi Puji Hastuti
Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara
Jalan Haluoleo Kompleks Bumi Praja, Anduonohu, Kendari
Telepon 0401-3005581, 3005584; Faksimile 0401-3005581
Pos-el: heksa.bph@gmail.com

Diterima : 5 Februari 2014, Disetujui : 11 April 2014

 

         ABSTRAK

         Tulisan ini mengkaji representasi perempuan Tolaki dalam mitos Wekoila. Beberapa teori yang dijadikan landasan kajian ini, yaitu struktural, semiotika, intertekstual, dan hermeneutika. Sementara itu, teori mitologi digunakan sebagai landasan berpikir karena objek kajian ini adalah mitos. Analisis data dilakukan dengan menerapkan teknik triangulasi dan berpedoman pada model analisis struktural Levi-Strauss. Hasil analisis menunjukkan bahwa perempuan Tolaki ditempatkan pada posisi penting dalam proses penerusan keturunan; dia dianggap mampu berkiprah, baik dalam ranah domestik maupun publik, tetapi harus tetap memprioritaskan suami karena pencapaian positifnya tidak lepas dari dukungan dan perlindungan suami serta anggota keluarga laki-laki lainnya; perempuan Tolaki berhak memperoleh perlindungan dari laki-laki agar proses penerusan keturunan yang diharapkan dapat terus berlangsung. Representasi kriteria perempuan dalam mitos Wekoila tersebut merupakan fi gur perempuan ideal dalam pandangan suku Tolaki.

Kata kunci: representasi, perempuan Tolaki, mitos Wekoila, suku Tolaki

         
ABSTRACT

         This study intended to describe the Tolakinese women representation in Wekoila myth. Some theories used in this study were theories of structural, semiotic, intertextual, and hermeneutic. Meanwhile, the mythology theory was used as the basic mind for this object is myth. The data were analyzed by applying triangulation technique and Levi-Strauss' structural analysis. From the analysis result shows that Tolakinese women are placed in an important position in the process of tribe regeneration; women are considered having capability both in domestic and public domain, but they still have to prior their husbands for the women achievement got with men's support and protection; women have right to be protected by men for the sake continuously regeneration process. The women representation in Wekoila myth is a figure of ideal women in Tolakinese perspective.

         Keywords: representation, Tolakinese women, Wekoila myth, Tolakinese ethnic

         Alayasastra: Jurnal Ilmiah Kesusastraan, Volume 10, Nomor 1, Mei 2014, halaman 39-50

( est/ Tim Laman Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah )

Kirim Komentar

Terbaru

24 Agustus 2018 | 09:15 wib

Bahasa untuk yang Nonbahasa

image   Penggunaan bahasa yang baik dan benar seharusnya tidak hanya dilakukan di sekolah atau lingkungan akademis lainnya.…


20 Agustus 2018 | 11:02 wib

Guru Harus Meningkatkan Kemahiran Berbahasa Indonesia

  Bahasa Indonesia menjadi alat komunikasi yang sangat penting bagi guru karena bahasa Indonesia wajib digunakan sebagai…


20 Agustus 2018 | 10:48 wib

Guru Nonbahasa Perlu Melek Bahasa dan Sastra

image   Bahasa mempunyai peran penting dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional anak didik. Dalam hal ini bahasa…


16 Agustus 2018 | 16:16 wib

Devian dan Rosaliana Terpilih Menjadi Duta Bahasa Jawa Tengah 2018

image Devian Satria Kusuma Pradiva (alumni Universitas Sebelas Maret) dan Rosaliana Intan Pitaloka (Universitas Sebelas Maret)…


30 Juli 2018 | 10:54 wib

Mutiara, Cahaya, dan Pahlawan Tema ibu Mendominasi Puisi Bengkel Sastra di Kabupaten Jepara

image Kegiatan Bengkel Komunitas Bahasa dan Sastra (Siswa Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Jepara) diadakan pada 16-18 April…

© 2012 Balai Bahasa Jawa Tengah
Jalan Elang Raya Nomor 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang
Telepon 024-76744357, Fax. 024-76744358, Email: info@balaibahasajateng.web.id