10 April 2015 | 16:50 wib | Jurnal | Alayasastra

NILAI-NILAI MORAL DALAM SERAT WULANG REH PUTRI SEBUAH TINJAUAN STEREOTIP JENDER PEREMPUAN


Oleh/By:

Sutarsih
Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah
Jalan Elang Raya, Mangunharjo Tembalang, Semarang
Telepon 024-76744357, 70769945; Faksimile. 024-76744358, 70799945
info@balaibahasajateng.web.id
Pos-el: sutabinde1@yahoo.com

Diterima : 5 Februari 2014, Disetujui : 11 April 2014

 

         ABSTRAK

         Naskah Serat Wulang Reh Putri (SWRP) karya Paku Buwono X merupakan salah satu sastra piwulang yang memuat ajaran untuk perempuan sebagai istri. Ajaran tersebut disajikan dalam pupuh tembang Jawa. Untuk meyakinkan bahwa naskah SWRP tersebut adalah karya sastra piwulang tentang perempuan, perlu dilakukan analisis deskriptif kualitatif. Oleh karena itu, penelitian ini memilih SWRP sebagai sumber data. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap nilai-nilai moral dalam naskah tersebut sebagai sebuah tinjauan stereotip perempuan, pengaruh perubahan budaya pada penstereotipan perempuan, dan mengidentifi kasi faktor-faktor sosial penyebab penstereotipan perempuan. Hasil penelitian ini meliputi deskripsi naskah yang meliputi identitas naskah, isi naskah, kolofon, dan ringkasan isi teks. Pembahasan penelitian ini meliputi nilai-nilai moral yang menstereotipkan perempuan, pengaruh perubahan budaya
pada penstereotipan perempuan, dan pengaruh faktor sosial pada penstereotipan perempuan.

         Kata kunci: Serat Wulang Reh Putri, moral, stereotip perempuan, perubahan budaya, faktor sosial

         ABSTRACT

         Serat Wulang Reh Putri (SWRP) text by Paku Buwono X is one of the piwulang literatures which contains of instruction to woman as a wife. Those instructions are presented in pupuh Javanese song. In order to prove that SWRP text is a piwulang literature about woman, it needs to be examined through descriptive qualitative analysis. Therefore, this research chose SWRP as the data source. The objective of this research is to explore moral values and cultural changes in woman stereotype, and to identify some social factors which perpetuades such stereotype. The results of this research are text description covering text identity, text content, colophon, and the text summary. The discussion covers moral values that perpetuade woman stereotype, the influence of the cultural change on woman stereotype, and the influence of the social factor on woman stereotype.

         Keywords: Serat Wulang Reh Putri, moral, woman stereotype, cultural change, social factors

         Alayasastra: Jurnal Ilmiah Kesusastraan, Volume 10, Nomor 1, Mei 2014, halaman 51-60

( est/ Tim Laman Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah )

Kirim Komentar

Terbaru

12 April 2018 | 16:20 wib

PENYULUHAN BAHASA INDONESIA DI KABUPATEN KEBUMEN Pentingnya Keterampilan Berbahasa Indonesia Guru sebagai Piranti Mengajar

image Dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, bahasa Indonesia selalu digunakan sebagai bahasa pengantar, kecuali beberapa…


06 April 2018 | 13:19 wib

Fried Rice, Fried Cassava, Black Coffee? Prestise atau Sikap Feodal?

image Nasi goreng, singkong goreng, kopi hitam, pasti bukan nama-nama yang aneh di telinga rakyat Indonesia. Nama-nama itu jamak…


19 Maret 2018 | 07:54 wib

Diskusi Sastra dan Peluncuran Antologi Geguritan: Mung Ngabekti Karya Na Dhien Kristy

image Mung Ngabekti yang memiliki arti ‘hanya mengabdi' dipilih Na Dhien Kristy sebagai judul antologi geguritannya. Judul…


15 Maret 2018 | 15:06 wib

Bengkel Komunitas Bahasa dan Sastra Dorong Gerakan Literasi Sekolah

image Balai Bahasa Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang menyelenggarakan Bengkel…


14 Maret 2018 | 09:43 wib

Guru Harus Menggunakan Bahasa Indonesia di Setiap Forum Resmi

image Pada awal tahun 2018 Balai Bahasa Jawa Tengah kembali melaksanakan kegiatan pemartabatan penggunaan bahasa Indonesia melalui…

© 2012 Balai Bahasa Jawa Tengah
Jalan Elang Raya Nomor 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang
Telepon 024-76744357, Fax. 024-76744358, Email: info@balaibahasajateng.web.id