10 April 2015 | 15:27 wib | Jurnal | Alayasastra

ANALISIS PENERJEMAHAN PUISI “GRODEK” KARYA GEORG TRAKL: SEBUAH KAJIAN EKSTRATEKSTUAL

 

Oleh/By:

Kahar Dwi Prihantono
Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah
Jalan Elang Raya, Mangunharjo Tembalang, Semarang
Telepon 024-76744357, 70769945; Faksimile 024-76744358, 70799945
info@balaibahasajateng.web.id
Pos-el: akang_har@yahoo.com

Diterima: 15 Agustus 2014, Disetujui: 18 September 2014

 

         ABSTRAK

         Penerjemahan karya sastra merupakan satu cabang disiplin penting dalam kajian penerjemahan karena menjadi salah satu sarana pemahaman antarbangsa. Tulisan ini menyelidiki terjemahan puisi berbahasa Jerman karya penyair Austria, Georg Trakl yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Berthold Damhausser. Berdasarkan model analisis penerjemahan puisi pada tataran ekstratekstual yang diusulkan oleh Hossein Vahid Darstjerdi dkk., tulisan ini mengkaji kedekatan skemata penyair dan penerjemah yang tecermin di dalam puisi sumber (PSu) dan puisi sasaran (PSa). Unsur-unsur skemata yang dibahas meliputi delapan (8) unsur pembangun skemata sebagai unsur ekstratekstual, yakni pengetahuan penyair terhadap usia, jenis kelamin, ras, kebangsaan, hubungan dan nilai-nilai agama, ekonomi, profesi, dan sejarah. Hasil kajian menunjukkan bahwa skemata penerjemah berjarak dengan sebagian besar skemata penyair. Dari sudut pandang kedekatan puisi, PSa berjarak dengan PSu.

Kata kunci: penerjemahan, puisi, ekstratekstual

         
ABSTRACT

         Literary translation is an important discipline of the translation study because it can be beneficial in promoting understanding among nations. This study aims at investigating the translated poem of Georg Trakl. The poem was translated into Indonesian by Berthold Damhauser. Based on the model analysis of poetry translation at an extra-textual level proposed by Hossein Vahid Darstjerdi et al., this study examines the schemata and coherenceof the poem and its translations. Schemata elements covered eight (8) extra-textual elements, namely knowledge of the poet on age, sex, race, nationality, religious value, economy, profession, and history. The results of the study proved that the translator'sschemata and coherence presented in target poem are remote from those presented in source poem. From the pointof view ofthe poem proximity, the study also proved that the target poemhad an obvios distance to the source poem.

Keywords: translation, poetry, extratextual

 

Alayasastra: Jurnal Ilmiah Kesusastraan, Volume 10, Nomor 2, November 2014, halaman 111-124

( est/ Tim Laman Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah )

Kirim Komentar

Terbaru

12 April 2018 | 16:20 wib

PENYULUHAN BAHASA INDONESIA DI KABUPATEN KEBUMEN Pentingnya Keterampilan Berbahasa Indonesia Guru sebagai Piranti Mengajar

image Dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, bahasa Indonesia selalu digunakan sebagai bahasa pengantar, kecuali beberapa…


06 April 2018 | 13:19 wib

Fried Rice, Fried Cassava, Black Coffee? Prestise atau Sikap Feodal?

image Nasi goreng, singkong goreng, kopi hitam, pasti bukan nama-nama yang aneh di telinga rakyat Indonesia. Nama-nama itu jamak…


19 Maret 2018 | 07:54 wib

Diskusi Sastra dan Peluncuran Antologi Geguritan: Mung Ngabekti Karya Na Dhien Kristy

image Mung Ngabekti yang memiliki arti ‘hanya mengabdi' dipilih Na Dhien Kristy sebagai judul antologi geguritannya. Judul…


15 Maret 2018 | 15:06 wib

Bengkel Komunitas Bahasa dan Sastra Dorong Gerakan Literasi Sekolah

image Balai Bahasa Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang menyelenggarakan Bengkel…


14 Maret 2018 | 09:43 wib

Guru Harus Menggunakan Bahasa Indonesia di Setiap Forum Resmi

image Pada awal tahun 2018 Balai Bahasa Jawa Tengah kembali melaksanakan kegiatan pemartabatan penggunaan bahasa Indonesia melalui…

© 2012 Balai Bahasa Jawa Tengah
Jalan Elang Raya Nomor 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang
Telepon 024-76744357, Fax. 024-76744358, Email: info@balaibahasajateng.web.id