04 Agustus 2015 | 09:55 wib

Kekuatan sebuah Puisi

Oleh Enita Istriwati

 

         Sebuah puisi lahir dari hasrat seniman untuk mengabadikan pengalaman, perasaan, pikiran, dan pengindraannya terhadap kehidupan. Tentu tidak setiap yang dialami dan dirasakan penyair akan diwujudkan dalam sebuah puisi. Penyair akan menyeleksi dari pengalaman-pengalamannya dan memilih salah satu pengalaman tersebut untuk diabadikan. Penyair akan memilih pengalaman kemanusiaan yang bersifat umum atau universal sehingga dapat menambah pengalaman hidup sehari-hari. Puisi-puisi yang mengangkat tema universal dapat dinikmati oleh semua orang dibandingkan puisi-puisi yang bertema personal. Di samping itu, kekuatan sebuah puisi tidak hanya ditentukan dari tema atau amanat yang hendak disampaikan, melainkan juga dari pilihan kata. Hal tersebut terlihat pada contoh puisi berikut.

         Surat dari Ibu

         Pergi ke dunia luas, anakku sayang

         pergi ke dunia bebas!

         Selama angin masih angin buritan

         dan matahari pagi menyinar daun-daunan

         dalam rimba dan yang hijau

          

         Pergi ke laut lepas, anakku sayang

         pergi ke alam bebas!

         Selama hari belum petang

         dan warna senja belum kemerah-merahan

         menutup pintu waktu lampau

          

         Jika bayang telah pudar

         dan elang laut pulang ke sarang

         angin bertiup ke benua

         Tiang-tiang akan kering sendiri

         dan nahkoda sudah tahu pedoman

         boleh engkau datang padaku!

          

         Kembali pulang, anakku sayang

         kembali ke balik malam!

         Jika kapalmu telah rapat ke tepi kita akan bercerita

         "tentang cinta dan hidupmu pagi hari"

         (Tonggak 1, 1987)

         Puisi tersebut mengangkat tema yang universal, yaitu tentang budi pekerti dan kecintaan seorang ibu kepada anaknya. Tema yang terkandung dalam puisi itu cukup menggugah perasaan dan memperkaya batin pembaca karena berisi nasihat seorang ibu kepada anaknya agar berjuang mendapatkan ilmu dan pengalaman sebanyak mungkin di masa muda tanpa melupakan orang tuanya.

         Hal yang membuat puisi tersebut mampu menarik hati pembaca adalah pilihan kata yang digunakan. Penggunaan ungkapan metafora, seperti selama angin masih angin buritan, nahkoda sudah tahu pedoman, dan kembali ke balik malam dalam puisi itu mampu menggambarkan amanat yang ingin disampaikan oleh penyair. Ungkapan selama angin masih angin buritan pada bait pertama menggambarkan bahwa tenaga sang anak masih penuh semangat, sehingga anak mampu mengarungi dunia yang luas dan bebas untuk meraih cita-cita. Sementara itu, kata nahkoda dalam ungkapan nahkoda sudah tahu pedoman dalam bait ketiga digunakan untuk menggambarkan seorang anak yang mengetahui kemana tujuan hidupnya.

         Pada bait terakhir terdapat ungkapan kembali ke balik malam yang merupakan metafora gambaran lengkapnya kehidupan seseorang. Metafora itu juga merupakan simbol permintaan sang ibu kepada anaknya untuk kembali pada ibunya ketika anak telah berhasil meraih cita-citanya. 

         Lembar Informasi Kebahasaan dan Kesastraan Edisi 4, Juli-Agustus 2014

( est/Tim Laman Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah )

Kirim Komentar

Terbaru

24 Agustus 2018 | 09:15 wib

Bahasa untuk yang Nonbahasa

image   Penggunaan bahasa yang baik dan benar seharusnya tidak hanya dilakukan di sekolah atau lingkungan akademis lainnya.…


20 Agustus 2018 | 11:02 wib

Guru Harus Meningkatkan Kemahiran Berbahasa Indonesia

  Bahasa Indonesia menjadi alat komunikasi yang sangat penting bagi guru karena bahasa Indonesia wajib digunakan sebagai…


20 Agustus 2018 | 10:48 wib

Guru Nonbahasa Perlu Melek Bahasa dan Sastra

image   Bahasa mempunyai peran penting dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional anak didik. Dalam hal ini bahasa…


16 Agustus 2018 | 16:16 wib

Devian dan Rosaliana Terpilih Menjadi Duta Bahasa Jawa Tengah 2018

image Devian Satria Kusuma Pradiva (alumni Universitas Sebelas Maret) dan Rosaliana Intan Pitaloka (Universitas Sebelas Maret)…


30 Juli 2018 | 10:54 wib

Mutiara, Cahaya, dan Pahlawan Tema ibu Mendominasi Puisi Bengkel Sastra di Kabupaten Jepara

image Kegiatan Bengkel Komunitas Bahasa dan Sastra (Siswa Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Jepara) diadakan pada 16-18 April…

© 2012 Balai Bahasa Jawa Tengah
Jalan Elang Raya Nomor 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang
Telepon 024-76744357, Fax. 024-76744358, Email: info@balaibahasajateng.web.id