03 Agustus 2015 | 16:57 wib

Sastra, Susastra, Kesastraan, dan Kesusastraan

Oleh Inni Inayati Istiana

 

         Pada umumnya orang salah memaknai kata sastra, susastra, kesastraan, dan kesusastraan karena keempat kata itu seringkali dianggap bermakna sama. Meskipun berasal dari kata yang sama, yaitu sastra, kata-kata tersebut memiliki makna yang berbeda.

         Menurut Soedjarwo (2007:65) dalam Beginilah Menggunakan Bahasa Indonesia, kata sastra, susastra, kesastraan, dan kesusastraan memiliki makna yang berbeda. Kata sastra dahulu ditulis sastera, tetapi seiring perkembangan bahasa kemudian ditulis sastra. Kata sastra berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu dari akar kata cas dan tambahan -tra. Kata cas artinya ‘mengajar', sedangkan akhiran -tra artinya ‘alat'. Jadi, castra artinya ‘alat untuk mengajar'.

         Sementara itu, kesastraan berasal dari kata sastra, sedangkan.kata kesusastraan berasal dari kata susastra. Tambahan su- pada susastra artinya ‘indah' atau ‘lebih' sehingga susastra bermakna sastra indah. Pada dasarnya, kata sastra tanpa tambahan su- sudah mengandung konsep nilai sehingga karya-karya yang tergolong sastra dianggap telah memiliki nilai sastra. Novel sastra, misalnya,  dianggap lebih bernilai daripada yang bukan sastra, meskipun novel-novel sastra itu kadar kesastraannya berbeda-beda.

         Kata kesusastraan diartikan sebagai kumpulan atau hal-hal yang berkenaan dengan sastra, sedangkan kata kesastraan digunakan untuk menyatakan pengertian kadar sastra atau yang dalam bahasa Inggris disebut literariness. Pada kenyataannya, kata sastra justru memiliki makna yang lebih luas daripada kesusastraan. Hal itu dapat dilihat dari ilmu-ilmu sastra yang mencakup ilmu bahasa, ilmu kesusastraan, ilmu sejarah, ilmu arkeologi, dan filsafat. Demikian halnya dengan sarjana sastra yang mencakupi ahli bahasa, ahli kesusastraan, ahli antropologi, ahli sejarah, ahli arkeologi, dan ahli filsafat.

         Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa kata sastra, susastra, kesastraan, dan kesusastraan memiliki makna yang berbeda. Sastra ialah cabang kesenian yang menggunakan bahasa sebagai medium atau sarananya. Adapun susastra ialah sastra yang indah atau tinggi mutunya. Di sisi lain, kesastraan merupakan nilai atau kadar sastra, sedangkan kesusastraan adalah kumpulan karya sastra atau hal-hal yang berkenaan dengan sastra. 

         Lembar Informasi Kebahasaan dan Kesastraan Edisi 3, Mei-Juni 2014

( est/Tim Laman Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah )

Kirim Komentar

Terbaru

23 Mei 2017 | 11:40 wib

Pengumuman Hasil Seleksi Wawancara dan UKBI Pemilihan Duta Bahasa Jawa Tengah 2017

Kami beri tahukan kepada Saudara bahwa Dewan Juri Pemilihan Duta Bahasa Jawa Tengah 2017 yang terdiri atas: Drs. Suryo Handono,…


12 Mei 2017 | 15:54 wib

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Pemilihan Duta Bahasa Jawa Tengah 2017

Kami beritahukan kepada Saudara bahwa panitia Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Jawa Tengah telah menyeleksi kelengkapan berkas…


26 April 2017 | 19:17 wib

Pengumuman Pemenang Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Pengayaan Pelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar se-Jawa Tengah 2017

Balai Bahasa Jawa Tengah, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengemban tugas…


10 Februari 2017 | 11:39 wib

Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Pengayaan Pelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar Se-Jawa Tengah 2017

image Balai Bahasa Jawa Tengah menyelenggarakan Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Pengayaan Pelajaran Bahasa Indonesia Sekolah…


16 November 2016 | 08:26 wib

PEMANFAATAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK, BENAR, DAN SANTUN

image Bahasa, sebagai produk budaya, memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter. Bahasa Indonesia yang baik…

© 2012 Balai Bahasa Jawa Tengah
Jalan Elang Raya Nomor 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang
Telepon 024-76744357, Fax. 024-76744358, Email: info@balaibahasajateng.web.id