25 Februari 2013 | 11:40 wib

Jenis-jenis Prosa

oleh Desi Ari Pressanti

 

Ada berbagai jenis tulisan atau karangan. Untuk menghasilkan karangan yang bagus, penulis sebaiknya menentukan terlebih dahulu jenis karangan yang akan dibuat. Karya tulis atau karangan menurut bidang ilmunya terbagi menjadi dua, yaitu karya sastra (fiksi) dan karya nonsastra.

Karangan fiksi ada dua jenis, yaitu karangan yang berupa prosa diantaranya cerpen dan novel. Karangan jenis prosa tidak terbatas hanya untuk karya fiksi,tetapi istilah ini digunakan pula untuk karangan prosa yang bersifat nonfiksi.

Prosa adalah karya tulis yang disusun dalam bentuk cerita secara bebas, tidak terikat rima dan irama. Kata " prosa" berasal dari bahasa Latin yang berarti terus terang. Jenis karangan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide sehingga prosa dapat digunakan untuk surat kabar, novel, majalah, ensiklopedia, surat, cerpen, serta berbagai jenis media lainnya. Secara umum prosa dibagi menjadi lima, yaitu eksposisi, narasi, deskripsi, argumentasi, dan persuasi.

(1) Prosa jenis eksposisi digunakan untuk memaparkan sesuatu atau ide sehingga pembaca mendapatkan pengetahuan, tetapi tidak bertujuan agar pembaca mengikuti atau menyetujui paparan tersebut. Biasanya dalam pemaparannya disertai bukti-bukti yang diwujudkan dalam bentuk diagram atau tabel. (2) Prosa jenis deskripsi isinya menggambarkan suatu objek sehingga pembaca seolah-olah melihat sendiri objeknya. (3) Prosa jenis argumentasi adalah karangan yang isinya ide atau gagasan penulis yang penyajiannya dilengkapi dengan data-data pendukung untuk memengaruhi pembaca sehingga pembaca menyatakan persetujuannya. (4) Prosa jenis persuasi adalah karangan yang disampaikan dengan cara-cara tertentu, dengan bahasa yang bertujuan mengajak pembaca sehingga pembaca bersedia melakukan hal-hal yang dianjurkan penulis. Karangan persuasi dapat digunakan untuk memengaruhi atau mengajak pembaca untuk berbuat sesuatu. Contoh topik yang cocok untuk jenis persuasi adalah hutan sahabat kita, membaca membuka cakrawal dan katakana tidak pada narkoba. (5) Prosa jenis narasi. Prosa jenis ini termasuk dalam prosa yang bersifat fiksi. Secara sederhana, narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Dalam kejadian itu juga ada tokoh yang menghadapi konflik. Kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur utama pembentuk narasi. Narasi yang bersifat nonfiksi disebut narasi ekspositoris, sedangkan narasi yang bersifat fiksi disebut narasi sugestif. 

 

Lembar Informasi Kebahasaan dan Kesastraan Edisi 2, Juli--Desember 2012

( Esti/Tim Laman Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah )

Kirim Komentar

Terbaru

19 Agustus 2014 | 10:28 wib

Serah Terima Mahasiswa KMM Jurusan Sastra Daerah UNS di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah

image Pada Senin, 4 Agustus 2014, pukul 11.00 WIB, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menerima peserta Kuliah Magang Mahasiswa…


14 Agustus 2014 | 12:46 wib

Pemilihan Duta Bahasa Jawa Tengah 2014

image Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah kembali akan menyelenggarakan Pemilihan Duta Bahasa Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan…


24 Juli 2014 | 14:19 wib

Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Sekretariat Pendaftaran Peserta Kongres Kebudayaan Jawa 2014

image Peran kebudayaan Jawa ternyata bukan hanya bermanfaat bagi masyarakat Jawa. Lebih dari itu, Kebudayaan Jawa berperan penting…


01 Juli 2014 | 10:06 wib

Sarasehan Bahasa dan Sastra Jawa ” Kepemimpinan dalam Naskah Lama”

image   Sebanyak delapan puluh orang peserta mengikuti Sarasehan Bahasa dan Sastra Jawa dengan topik "Kepemimpinan dalam…


16 Juni 2014 | 12:08 wib

Kegiatan “Peningkatan Kompetensi Berbahasa Indonesia bagi Guru Sekolah Dasar di Kabupaten Kendal”

image Selama tiga hari guru sekolah dasar di Kabupaten Kendal mengikuti kegiatan “Peningkatan Kompetensi Berbahasa Indonesia…

© 2012 Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah
Jalan Elang Raya, Mangunharjo Tembalang, Semarang
Telp. 024-76744357, 70769945 Fax. 024-76744358 Email: info@balaibahasajateng.web.id