02 Maret 2016 | 13:24 wib

Memincingkan Mata

 Tri Wahyuni, S.S.

 

Aktivitas mata memiliki banyak medan makna yang dapat dijadikan sebagai bahan penelitian yang bermanfaat. Salah satu contoh medan makna aktivitas mata yang sering digunakan oleh masyarakat adalah frasa memicingkan mata. Pada umumnya frasa ini dimaknai sebagai bentuk aktivitas mata yang menciutkan kelopak mata agar dapat melihat dengan baik dan jelas, seperti yang termaktub dalam contoh kalimat berikut ini. "Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa dengan memicingkan mata, maka penglihatan akan menjadi lebih baik. Mengapa demikian?"

                   Kalimat tersebut adalah sebuah nukilan kalimat yang diambil dari internet. Konteks kalimat tersebut menyiratkan bahwa makna frasa memicingkan mata adalah menciutkan atau menyipitkan kelopak mata agar penglihatan dapat menjadi lebih baik atau jelas. Temuan tersebut sontak membuat masyarakat merasa "teredukasi" bahwa dengan menyipitkan mata, kualitas penglihatannya akan menjadi lebih baik. Lalu, apakah penggunaan frasa memicingkan mata tersebut sudah tepat?

                   Kata picing  merupakan kata serapan bahasa Minangkabau. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat halaman 1070, disebutkan bahwa kata picing bermakna  ‘pejam'. Kata picing ini menurunkan lema memicing yang merupakan bentuk verba dan bermakna (1) memejam (mata); (2) tidur; (3) melirik (kan). Jadi, apabila contoh kalimat "Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa dengan memicingkan mata, maka penglihatan akan menjadi lebih baik" dimaknai berdasarkan makna yang termaktub di KBBI, kalimat tersebut akan bermakna seperti ini, "Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa dengan memejamkan mata, maka penglihatan akan menjadi lebih baik".

                  Secara medis, mungkin makna kalimat tersebut sangat tepat karena air mata akan membasahi iris dan menyegarkan kembali mata sehingga dapat melihat dengan baik. Namun, memejamkan yang dimaksud adalah memejamkan sejenak, bukan dalam waktu yang lama. Selain itu,  konteks kalimat tersebut menyiratkan aktivitas menyipitkan kelopak mata, bukan memejamkan mata.

                   Kata menyipitkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat halaman 1316 bermakna ‘menjadikan sipit; sedikit atau setengah memejamkan mata'. Jadi, kata menyipitkan jauh lebih tepat dibandingkan dengan kata memicingkan. Untuk menghindari kesalahpahaman, alangkah baiknya jika kalimat tersebut diubah menjadi "Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa dengan menyipitkan mata, maka penglihatan akan menjadi lebih baik. Mengapa demikian?" atau "Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa dengan memejamkan mata sejenak, maka penglihatan akan menjadi lebih baik. Mengapa demikian?".

 Lembar Informasi Kebahasaan dan Kesastraan Edisi 1, Januari-Juni 2015

( rum/Tim Laman Balai Bahasa Jawa Tengah )

Kirim Komentar

Terbaru

12 April 2018 | 16:20 wib

PENYULUHAN BAHASA INDONESIA DI KABUPATEN KEBUMEN Pentingnya Keterampilan Berbahasa Indonesia Guru sebagai Piranti Mengajar

image Dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, bahasa Indonesia selalu digunakan sebagai bahasa pengantar, kecuali beberapa…


06 April 2018 | 13:19 wib

Fried Rice, Fried Cassava, Black Coffee? Prestise atau Sikap Feodal?

image Nasi goreng, singkong goreng, kopi hitam, pasti bukan nama-nama yang aneh di telinga rakyat Indonesia. Nama-nama itu jamak…


19 Maret 2018 | 07:54 wib

Diskusi Sastra dan Peluncuran Antologi Geguritan: Mung Ngabekti Karya Na Dhien Kristy

image Mung Ngabekti yang memiliki arti ‘hanya mengabdi' dipilih Na Dhien Kristy sebagai judul antologi geguritannya. Judul…


15 Maret 2018 | 15:06 wib

Bengkel Komunitas Bahasa dan Sastra Dorong Gerakan Literasi Sekolah

image Balai Bahasa Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang menyelenggarakan Bengkel…


14 Maret 2018 | 09:43 wib

Guru Harus Menggunakan Bahasa Indonesia di Setiap Forum Resmi

image Pada awal tahun 2018 Balai Bahasa Jawa Tengah kembali melaksanakan kegiatan pemartabatan penggunaan bahasa Indonesia melalui…

© 2012 Balai Bahasa Jawa Tengah
Jalan Elang Raya Nomor 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang
Telepon 024-76744357, Fax. 024-76744358, Email: info@balaibahasajateng.web.id