16 Desember 2015 | 10:42 wib

Kata Adalah dan Ialah

Oleh Rini Esti Utami

 

Penggunaan kata adalah dan ialah seringkali mengalami kerancuan. Sekilas penggunaan kedua kata tersebut sama dan dapat saling menggantikan. Sebagai contoh kalimat berikut.

(1) Dimas adalah anak kedua Pak Ahmat.

(2) Dimas ialah anak kedua Pak Ahmat.

Jika dilihat secara sekilas, kedua kalimat tersebut tidak salah. Namun, apabila dicermati dengan kaidah bahasa Indonesia yang benar, kalimat yang tepat ialah kalimat pertama. Sebetulnya kapan dan bagaimana penggunaan kata adalah dan ialah yang benar? Berikut penjelasan tentang hal tersebut.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:7) kata adalah termasuk dalam kelas kata verba atau kata kerja. Kata adalah memiliki tiga makna, yaitu identik dengan, sama maknanya dengan, dan termasuk dalam kelompok atau golongan. Perhatikan kalimat berikut.

(3) Batik adalah kebudayaan Indonesia.

Pertama, kata adalah dalam kalimat itu bermakna identik dengan. Hal itu dapat dibuktikan dengan menggantikan kata adalah dengan frasa identik dengan.

(3a) Batik identik dengan kebudayaan Indonesia.

Kedua, kata adalah bermakna sama maknanya dengan misalnya dalam kalimat berikut.

(4) Candi Borobudur adalah candi Buddha terbesar di Indonesia.

Untuk membuktikannya, kata adalah dalam kalimat (4) digantikan dengan frasa sama maknanya dengan. Penggantian tersebut tidak akan mengubah informasi kalimatnya, seperti dalam kalimat berikut ini.

(4a) Candi Borobudur sama maknanya dengan candi Buddha terbesar di Indonesia.

Ketiga, kata adalah bermakna termasuk dalam kelompok atau golongan. Perhatikan kalimat berikut ini.

(5) Hewan mamalia adalah hewan kelas avertebrata yang salah satu cirinya memiliki kelenjar susu.

Kata adalah dalam kalimat (5) dapat digantikan dengan frasa termasuk dalam kelompok atau golongan. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan kalimat berikut ini.

(5a) Hewan mamalia termasuk dalam kelompok atau golongan hewan kelas avertebrata yang salah satu cirinya memiliki kelenjar susu.

Penggantian adalah pada kalimat (5) dan frasa termasuk dalam kelompok atau golongan pada kalimat (5a) tidak mengubah informasi kalimat tersebut.

Berbeda dengan kata adalah, kata ialah termasuk dalam kelas kata partikel atau kata penghubung. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia(2008:515) kata ialah bermakna penghubung di antara dua penggal kalimat yang menegaskan perincian atau penjelasan atas penggal yang pertama itu. Perhatikan kalimat berikut.

(6) Pejabat yang akan membuka acara tersebut ialah Gubernur Jawa Tengah.

(7) Acara berikutnya ialah pemaparan dan diskusi hasil penelitian. 

 

Lembar Informasi Kebahasaan dan Kesastraan Edisi 6, November-Desember 2014 

 

 

( est/Tim Laman Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah )

Kirim Komentar

Terbaru

24 Agustus 2018 | 09:15 wib

Bahasa untuk yang Nonbahasa

image   Penggunaan bahasa yang baik dan benar seharusnya tidak hanya dilakukan di sekolah atau lingkungan akademis lainnya.…


20 Agustus 2018 | 11:02 wib

Guru Harus Meningkatkan Kemahiran Berbahasa Indonesia

  Bahasa Indonesia menjadi alat komunikasi yang sangat penting bagi guru karena bahasa Indonesia wajib digunakan sebagai…


20 Agustus 2018 | 10:48 wib

Guru Nonbahasa Perlu Melek Bahasa dan Sastra

image   Bahasa mempunyai peran penting dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional anak didik. Dalam hal ini bahasa…


16 Agustus 2018 | 16:16 wib

Devian dan Rosaliana Terpilih Menjadi Duta Bahasa Jawa Tengah 2018

image Devian Satria Kusuma Pradiva (alumni Universitas Sebelas Maret) dan Rosaliana Intan Pitaloka (Universitas Sebelas Maret)…


30 Juli 2018 | 10:54 wib

Mutiara, Cahaya, dan Pahlawan Tema ibu Mendominasi Puisi Bengkel Sastra di Kabupaten Jepara

image Kegiatan Bengkel Komunitas Bahasa dan Sastra (Siswa Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Jepara) diadakan pada 16-18 April…

© 2012 Balai Bahasa Jawa Tengah
Jalan Elang Raya Nomor 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang
Telepon 024-76744357, Fax. 024-76744358, Email: info@balaibahasajateng.web.id