20 Agustus 2018 | 11:02 wib

Guru Harus Meningkatkan Kemahiran Berbahasa Indonesia


         Bahasa Indonesia menjadi alat komunikasi yang sangat penting bagi guru karena bahasa Indonesia wajib digunakan sebagai pengantar dalam pendidikan. Guru mata pelajaran apa pun menggunakan bahasa Indonesia sebagai media dalam mengajar dan mendidik siswa di sekolah. Oleh karena itu, guru mata pelajaran di luar mata pelajaran Bahasa Indonesia juga harus menguasai dan mahir berbahasa Indonesia.

         "Selain menguasai materi sesuai dengan pelajaran masing-masing, semua guru mata pelajaran harus mahir berbahasa Indonesia. Kemahiran berbahasa Indonesia ini akan mempermudah guru-guru dalam menyampaikan materi pelajaran dan memperlancar guru berkomunikasi dengan siswa," ujar Drs. Azis Purwanto, M.M., Kepala Bidang Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Banjarnegara dalam acara Penyuluhan Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi Tenaga Kebahasaan dan Kesastraan (Guru SMP) Kabupaten Banjarnegara di Hotel Surya Yudha, Banjarnegara (31/7/2018).

         Penyuluhan Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi Tenaga Kebahasaan dan Kesastraan (Guru SMP) Kabupaten Banjarnegara diselenggarakan pada tanggal 31 Juli 2018 sampai dengan 2 Agustus 2018. Penyuluhan yang menghadirkan empat puluh guru mata pelajaran non-Bahasa Indonesia tersebut dilanjutkan dengan Sosialisasi dan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) pada 3 Agustus 2018.

         Azis menambahkan bahwa guru di Banjarnegara juga sudah melakukan kegiatan tulis-menulis, baik menulis artikel ilmiah maupun menulis buku. Oleh karena itu, penyuluhan kemahiran berbahasa Indonesia bagi guru SMP di Banjarnegara tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menulis. "Kaidah bahasa Indonesia harus ditaati dalam tulis-menulis. Selain itu, kami berharap uji kemahiran berbahasa Indonesia (UKBI) yang akan diujikan kepada guru juga memberikan pengalaman yang berharga kepada guru-guru di Banjarnegara," tambahnya.

         Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah, Dr. Tirto Suwondo, M.Hum., menyatakan bahwa masyarakat Indonesia harus mengutamakan bahasa negara, yakni bahasa Indonesia. Ada kecenderungan media luar ruang kita dipenuhi dengan penggunaan bahasa asing. Banyak nama bangunan dan perumahan tidak sesuai dengan ketentuan UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Tak ketinggalan, remaja juga terjangkit fenomena negatif penggunaan bahasa yang tidak menghiraukan ketentuan berbahasa yang baik.

         "Gara-gara ada artis sambil bercanda mengatakan zaman now, masyarakat langsung mengikutinya," kata Tirto Suwondo.

         Pada era informasi seperti sekarang ini, media massa merupakan salah satu media komunikasi yang paling berpengaruh. Media massa bisa menjadi contoh berbahasa yang baik jika menggunakan bahasa Indonesia yang baik. Sebaliknya, media massa akan merusak bahasa Indonesia jika bahasa yang digunakan tidak memperhatikan kaidah-kaidah berbahasa yang benar.

         "Karena fakta-fakta itulah, Balai Bahasa Jawa Tengah mengajak seluruh guru dan masyarakat di Jawa Tengah pada umumnya untuk mengembalikan bahasa pada khitahnya. Salah satu jati diri keindonesiaan kita adalah bahasa Indonesia sehingga kita harus mengutamakan bahasa Indonesia," tandanya.

         Masyarakat dianjurkan menguasai paling sedikit tiga bahasa, yakni bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, bahasa daerah, dan bahasa asing. Bahasa ibu lebih dekat pada perasaan, subjektivitas, dan kasih sayang. Oleh karena itu, kita wajib menguasai bahasa daerah. Kita juga harus menguasai bahasa asing sebagai bagian dari masyarakat dunia. "Banyak buku-buku bidang ilmu menggunakan bahasa asing. Ini mengharuskan kita untuk menguasai bahasa asing," jelas Tirto.

         Tirto mencontohkan, jika suatu masalah disampaikan dengan bahasa yang sulit dimengerti justru akan menjadikan masalah itu menjadi sulit. Sebaliknya, jika disampaikan masalah sulit dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti akan membuat masalah menjadi tidak rumit. "Oleh karena itu, guru mata pelajaran di Banjarnegara ini membutuhkan kompetensi berbahasa yang baik," tambahnya.

Sumber: (asa/mol/tir)

( est/Tim Laman Balai Bahasa Jawa Tengah )

Kirim Komentar

Terbaru

24 Agustus 2018 | 09:15 wib

Bahasa untuk yang Nonbahasa

image Penggunaan bahasa yang baik dan benar seharusnya tidak hanya dilakukan di sekolah atau lingkungan akademis lainnya. Tulisan…


20 Agustus 2018 | 11:02 wib

Guru Harus Meningkatkan Kemahiran Berbahasa Indonesia

Bahasa Indonesia menjadi alat komunikasi yang sangat penting bagi guru karena bahasa Indonesia wajib digunakan sebagai pengantar…


20 Agustus 2018 | 10:48 wib

Guru Nonbahasa Perlu Melek Bahasa dan Sastra

image Bahasa mempunyai peran penting dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional anak didik. Dalam hal ini bahasa menjadi…


16 Agustus 2018 | 16:16 wib

Devian dan Rosaliana Terpilih Menjadi Duta Bahasa Jawa Tengah 2018

image Devian Satria Kusuma Pradiva (alumni Universitas Sebelas Maret) dan Rosaliana Intan Pitaloka (Universitas Sebelas Maret)…


30 Juli 2018 | 10:54 wib

Mutiara, Cahaya, dan Pahlawan Tema ibu Mendominasi Puisi Bengkel Sastra di Kabupaten Jepara

image Kegiatan Bengkel Komunitas Bahasa dan Sastra (Siswa Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Jepara) diadakan pada 16-18 April…

© 2012 Balai Bahasa Jawa Tengah
Jalan Elang Raya Nomor 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang
Telepon 024-76744357, Fax. 024-76744358, Email: info@balaibahasajateng.web.id