13 Juli 2018 | 10:40 wib

Purbalingga Asing dengan Ketaksaan

image

Peserta Penyuluhan Bahasa Indonesia bagi Badan Publik Kabupaten Purbalingga


         Salah satu program kerja Balai Bahasa Jawa Tengah pada 2018 adalah kegiatan Penyuluhan Bahasa Indonesia bagi Badan Publik yang dilaksanakan di lima kabupaten/kota di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Jepara, Grobogan, Pekalongan, Purbalingga, dan Brebes. Penyuluhan Bahasa Indonesia bagi Badan Publik di Kabupaten Purbalingga diselenggarakan Balai Bahasa Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pada 27-28 Maret 2018 dan bertempat di Hotel Kencana Purbalingga. Penyuluhan Bahasa Indonesia bagi Badan Publik diikuti oleh empat puluh peserta yang merupakan petugas administrasi di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga. Adapun para penyuluh yang merupakan tenaga teknis Balai Bahasa Jawa Tengah, yakni Sunarti, M.Hum., Enita Istriwati, S.Pd., dan Ika Inayati, M.Li. Pemberian materi berupa ejaan bahasa Indonesia, bentuk dan pilihan kata, serta kalimat efektif diharapkan dapat menambah pengetahuan para peserta dalam melaksanakan tugasnya sebagai tenaga administrasi, seperti membuat surat dan menyusun laporan.

         Dalam sambutan pembukaan, Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Subeno, memberikan pengarahan kepada peserta yang berjumlah empat puluh orang bahwa seorang profesional harus menguasai kompetensi berbahasa, mulai dari kompetensi menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Penguasaan terhadap bahasa akan menjadikan seseorang sebagai komunikan yang baik sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima oleh pendengar sampai seratus persen.

         Kelucuan muncul pada penyampaian materi Ejaan Bahasa Indonesia oleh Sunarti, M.Hum. Semua peserta terpana dan tidak mengetahui makna kata-kata baru bahasa Indonesia, seperti kata unggah, unduh, dan taksa (ketaksaan) meskipun kata-kata tersebut sudah ada dalam KBBI. Bahkan ketika penyuluh, Sunarti, M.Hum, menyebutkan kata taksa (ketaksaan) para peserta tertawa karena mereka berpendapat kata tersebut terdengar aneh dan seperti nama makanan.

         Kegiatan yang berlangsung selama dua hari diakhiri dengan penyusunan rekomendasi oleh peserta. Kemudian, rekomendasi tersebut dipresentasikan dan ditandatangani oleh seluruh peserta untuk ditindaklanjuti oleh pihak terkait. Panasnya udara tidak menyurutkan semangat dan antusias peserta mengikuti kegiatan sampai acara penutupan.

Sumber: (emm/yun-sur/tir)

( est/Tim Laman Balai Bahasa Jawa Tengah )

Kirim Komentar

Terbaru

24 Agustus 2018 | 09:15 wib

Bahasa untuk yang Nonbahasa

image Penggunaan bahasa yang baik dan benar seharusnya tidak hanya dilakukan di sekolah atau lingkungan akademis lainnya. Tulisan…


20 Agustus 2018 | 11:02 wib

Guru Harus Meningkatkan Kemahiran Berbahasa Indonesia

Bahasa Indonesia menjadi alat komunikasi yang sangat penting bagi guru karena bahasa Indonesia wajib digunakan sebagai pengantar…


20 Agustus 2018 | 10:48 wib

Guru Nonbahasa Perlu Melek Bahasa dan Sastra

image Bahasa mempunyai peran penting dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional anak didik. Dalam hal ini bahasa menjadi…


16 Agustus 2018 | 16:16 wib

Devian dan Rosaliana Terpilih Menjadi Duta Bahasa Jawa Tengah 2018

image Devian Satria Kusuma Pradiva (alumni Universitas Sebelas Maret) dan Rosaliana Intan Pitaloka (Universitas Sebelas Maret)…


30 Juli 2018 | 10:54 wib

Mutiara, Cahaya, dan Pahlawan Tema ibu Mendominasi Puisi Bengkel Sastra di Kabupaten Jepara

image Kegiatan Bengkel Komunitas Bahasa dan Sastra (Siswa Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Jepara) diadakan pada 16-18 April…

© 2012 Balai Bahasa Jawa Tengah
Jalan Elang Raya Nomor 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang
Telepon 024-76744357, Fax. 024-76744358, Email: info@balaibahasajateng.web.id