06 April 2018 | 10:03 wib

Dari Sidney menjadi Siti: Balai Bahasa Jawa Tengah dengan Setia Membumikan Sastra di Kalangan Guru dan Pelajar Kota Semarang


         Perjalanan kreativitas seseorang tidak begitu saja terjadi, ia butuh proses dalam mematangkan kreativitasnya. Berbagai warna proses kreativitas ditempuh sastrawan dalam usahanya mencapai kepuasan hidup dalam bersastra. Obrolan tersebut menjadi menarik ketika Balai Bahasa Jawa Tengah bersama sastrawan Setia Naka Andrian menebar virus-virus sastra di kalangan guru dan siswa SMP Kota Semarang. Dr. Tirto Suwondo dengan gayanya yang lugu berusaha merayu siswa-siswi SMP untuk berdekat-dekat dengan Balai Bahasa Jawa Tengah melalui program-program kesastraannya. Tidak kalah lugunya pula, sastrawan Setia Naka membeberkan tentang keindahan sastra melalui bentuk puisinya. Keluguan kedua narasumber tersebut berhasil membuat seorang Dr. Panca, selaku moderator, terlena sehingga salah mendengar nama peserta yang bertanya. Dari Sidney menjadi Siti, Nicholas Sidney menjadi Nicholas Siti.

         Setia dengan keluguannya menjawab pertanyaan dan mengajak peserta untuk membentuk karakter diri sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam karya sastra. Tirto Suwondo pun tidak mau ketinggalan menyarankan kepada guru untuk lebih mendekatkan siswa-siswi terhadap nilai-nilai dalam sastra. Diskusi Sastra Sabtu, 26 Maret 2018, semakin semarak dengan dukungan cuaca yang cerah dan apresiasi peserta sangat tinggi. Kegiatan ini juga mendapat tanggapan positif dari Dinas Pendidikan Kota Semarang yang ditunjukkan dengan adanya dukungan berupa edaran surat bagi guru bahasa Indonesia dan siswa untuk mengikuti kegiatan Diskusi Sastra dan Penguatan Karakter melalui Sastra.

         Kegiatan Diskusi Sastra ini ditutup pukul 13.15, mundur satu jam lima belas menit dari jadwal yang ditetapkan pukul 12.00. Mundurnya acara tersebut atas permintaan para peserta yang merasa kurang atas waktu yang disediakan. Pada akhir kegiatan, peserta masih merasa penasaran dengan kegiatan diskusi sastra tersebut dan mengharapkan adanya kegiatan diskusi sastra terselenggara lagi.

 

 

Sumber: (dra/yun/tir)

( est/Tim Laman Balai Bahasa Jawa Tengah )

Kirim Komentar

Terbaru

24 Agustus 2018 | 09:15 wib

Bahasa untuk yang Nonbahasa

image Penggunaan bahasa yang baik dan benar seharusnya tidak hanya dilakukan di sekolah atau lingkungan akademis lainnya. Tulisan…


20 Agustus 2018 | 11:02 wib

Guru Harus Meningkatkan Kemahiran Berbahasa Indonesia

Bahasa Indonesia menjadi alat komunikasi yang sangat penting bagi guru karena bahasa Indonesia wajib digunakan sebagai pengantar…


20 Agustus 2018 | 10:48 wib

Guru Nonbahasa Perlu Melek Bahasa dan Sastra

image Bahasa mempunyai peran penting dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional anak didik. Dalam hal ini bahasa menjadi…


16 Agustus 2018 | 16:16 wib

Devian dan Rosaliana Terpilih Menjadi Duta Bahasa Jawa Tengah 2018

image Devian Satria Kusuma Pradiva (alumni Universitas Sebelas Maret) dan Rosaliana Intan Pitaloka (Universitas Sebelas Maret)…


30 Juli 2018 | 10:54 wib

Mutiara, Cahaya, dan Pahlawan Tema ibu Mendominasi Puisi Bengkel Sastra di Kabupaten Jepara

image Kegiatan Bengkel Komunitas Bahasa dan Sastra (Siswa Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Jepara) diadakan pada 16-18 April…

© 2012 Balai Bahasa Jawa Tengah
Jalan Elang Raya Nomor 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang
Telepon 024-76744357, Fax. 024-76744358, Email: info@balaibahasajateng.web.id