16 November 2016 | 08:26 wib

PEMANFAATAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK, BENAR, DAN SANTUN

image

Getmi Arum Puspitasari, S.Pd. dan Rini Esti Utami, S.S.
narasumber siaran Bina Bahasa di Radio Republik Indonesia Semarang 

 


         Bahasa, sebagai produk budaya, memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter. Bahasa Indonesia yang baik dan benar belumlah cukup un­tuk memben­tuk kepribadian bangsa yang berbu­daya, bera­dab, dan ber­martabat. Oleh karena itu, berbahasa Indonesia dengan santun menjadi kebutuhan setiap orang untuk menjaga harkat, martabat, dan jatidiri serta untuk menghargai atau menghor­mati orang lain. Pernyataan tersebut diungkapkan Rini Esti Utami, S.S. dalam siaran Bina Bahasa, Selasa, 8 November 2016, pukul 20.00-21.00. Siaran interaktif berdurasi enam puluh menit tersebut diselenggarakan oleh Balai Bahasa Jawa Tengah bekerja sama dengan Radio Republik Indonesia Semarang. Siaran yang dipandu oleh Aris Budiyanto itu mengangkat judul "Pemanfatan Bahasa Indonesia yang Baik, Benar, dan Santun".

         Pada kesempatan itu Getmi Arum Puspitasari, S.Pd. menyampaikan bahwa bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah yang berlaku. Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa Indonesia yang sesuai dengan tata bahasa baku bahasa Indonesia, menggunakan istilah dan kosakata yang baku, untuk bahasa tulis sesuai dengan ejaan yang berlaku, serta sedapat mungkin dalam bahasa lisan menggunakan lafal yang baku, yaitu lafal bahasa Indonesia bebas dari ciri-ciri lafal dialek setempat atau bahasa daerah. Kemudian, bahasa Indonesia yang baik adalah bahasa Indonesia yang sesuai dengan situasi pemakainya, yaitu siapa yang berbicara, kepada siapa, tentang apa, apa tujuan pembicaraan, dan lain sebagainya.

         Selanjutnya, kedua narasumber menyampaikan bahwa bahasa merupakan cermin kepribadian seseorang. Hal ini berarti bahwa seseorang dapat diketahui kepribadiannya melalui bahasa yang digunakan. Bahasa yang santun adalah bahasa yang disusun oleh penutur atau penulisnya agar tidak menyinggung parasaan pendengar atau pembaca. Dengan demikian, berbahasa Indonesia dengan santun adalah menggunakan bahasa Indonesia dengan budi bahasa yang halus, nilai rasa yang baik, penuh kesopanan, dan berusaha menghindari konflik antara pembicara dan mitra bicara dalam proses komunikasi. 

 

Sumber: (reu/get-poe/sur)

( Tim Laman Balai Bahasa Jawa Tengah )

Kirim Komentar

Terbaru

12 April 2018 | 16:20 wib

PENYULUHAN BAHASA INDONESIA DI KABUPATEN KEBUMEN Pentingnya Keterampilan Berbahasa Indonesia Guru sebagai Piranti Mengajar

image Dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, bahasa Indonesia selalu digunakan sebagai bahasa pengantar, kecuali beberapa…


06 April 2018 | 13:19 wib

Fried Rice, Fried Cassava, Black Coffee? Prestise atau Sikap Feodal?

image Nasi goreng, singkong goreng, kopi hitam, pasti bukan nama-nama yang aneh di telinga rakyat Indonesia. Nama-nama itu jamak…


19 Maret 2018 | 07:54 wib

Diskusi Sastra dan Peluncuran Antologi Geguritan: Mung Ngabekti Karya Na Dhien Kristy

image Mung Ngabekti yang memiliki arti ‘hanya mengabdi' dipilih Na Dhien Kristy sebagai judul antologi geguritannya. Judul…


15 Maret 2018 | 15:06 wib

Bengkel Komunitas Bahasa dan Sastra Dorong Gerakan Literasi Sekolah

image Balai Bahasa Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang menyelenggarakan Bengkel…


14 Maret 2018 | 09:43 wib

Guru Harus Menggunakan Bahasa Indonesia di Setiap Forum Resmi

image Pada awal tahun 2018 Balai Bahasa Jawa Tengah kembali melaksanakan kegiatan pemartabatan penggunaan bahasa Indonesia melalui…

© 2012 Balai Bahasa Jawa Tengah
Jalan Elang Raya Nomor 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang
Telepon 024-76744357, Fax. 024-76744358, Email: info@balaibahasajateng.web.id